Gubernur Jatim inisiasi Rumah Sakit Darurat Tangani Klaster Ponpes Banyuwangi

  • Whatsapp
Gubernur Jatim Khofifah menggelar rakor dengan Forkopinda Banyuwangi tangani klaster Ponpes.

KABAR RAKYAT – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi mendirikan rumah sakit darurat lapangan untuk penanganan pasien klaster pondok pensantren di Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Khofifah berdasarkan praktek di lapangan rumah sakit darurat mampu meningkat jumlah pasien sembuh.

Bacaan Lainnya

Upayah pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melakukan percepatan penanganan pasien Covid -19 semakin konverhensif.

Khususnya penanganan klaster Ponpes di Banyuwangi. Gubernur Khofifah mendesak mendirikan rumah sakit darurat lapangan di Ponpes Blokagung guna memudahkan proses percepatan penyembuhan pasien.

“Rumah sakit darurat lapangan di khususkan untuk santri yang swabnya positip, baik gejala ringan maupun sedang. Sementara yang berat di kirim ke rumah sakit rujukan.Dari pengalaman yang telah dilakukan Dinkes Provinsi di Magetan, hasilnya cukup signifikan dengan angka kesembuhan 1500 orang,” jelas Gubernur Khofifah.

“Hasil uji coba dengan rumah sakit darurat lapangan yang riang, olahraga yang cukup, asupan gizi yang baik pasien 100 persen sembuh. Disini dipisahkan antara pasien anak-anak dan pasien dewasa. Relaksasi pasien sangat penting dalam mempercepat kesembuhan,” kata Khofifah saat menggelar rakor bersama Forkopimda Banyuwangi di Vila Solong, dua hari lalu.

Masih kata Gubernur Jawa Timur, penangan klaster Ponpes Blokagung dipastikan telah sesuai standar penanganan Covid -19 dan telah bekerja keras .

Koordinasi penanganan pasien klaster Ponpes Blokagung teritegrasi baik dengan Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi/ kabupaten Banyuwangi dibawah Gugus Tugas Covid -19, kata Khofifah yang terus melakukan komunikasi dengan pengasuh Ponpes Blokagung.

Penanganan klaster Ponpes di Banyuwangi murni untuk tindakan medis dalam penanganan kebencanaan covid -19 yang dilakukan pemerintah.

Sebelumnya, muncul rumor klaster Ponpes dipolitisasi untuk kepentingan Pilkada Banyuwangi. Soal ini Gubernur meminta semua pihak tidak berspekulasi dan fokus untuk kesembuhan pasien covid -19.

“Kondisi pasien klaster ponpes yang mulai membaik akan memberikan ketenangan kepada walisantri. Posisi ini yang perlu dijaga bersama. Fokus penanganan pasien untuk kesembuhan itu yang utama,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, tahapan penanganan klaster Ponpes yang telah dilakukan bersama Gugus Tugas Covid -19 Banyuwangi.

“Semua tahapan penanganan klaster ponpes telah dilakukan secara konverhensif dan tetap berkoordinasi dengan TNI/ Polri, BPBD, Sathas Covid -19. Dan siap menjalankan sesuai arahan gubernur,” jelas bupati Azwar Anas.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *