Sunday, October 25, 2020
Home JATIM Gubernur Jatim Maksimalkan Operasi Yustisi Pelanggaran Prokes COVID-19

Gubernur Jatim Maksimalkan Operasi Yustisi Pelanggaran Prokes COVID-19

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang disiplin dalam mengenakan masker sudah dimulai sejak bulan Maret 2020. Enam bulan lebih masyarakat di edukasi dan sosialisasi pentingnya masker di masa pandemi Covid-19.

Untuk memastikan ketegasan dan konsistensi pemakaian masker yang baik dan benar di masyarakat, Tim Pemburu (Hunter) Pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19 telah dilounching pada Rabu (17/9). Hari ini kembali diluncurkan tim penegak Prokes desa di kabupaten Madiun.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa beserta Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengawal penegakan pelanggar prokes Covid-19.

Operasi yustisi dilaksanakan oleh Tim Hunter Pelanggar Prokes di Taman Bungkul, Surabaya, Rabu (16/9) malam dan Sidoarjo, Kamis (17/9) malam dan hari ini di Kabupaten Madiun (18/9) pagi.

Baca : Awas !!! Tim Hantu Pemburu Pelanggar Masker Ada Di Kota Probolinggo

Dalam setiap operasi yustisi dalam satu jam puluhan masyarakat terjaring dalam operasi. Ada yang mendapatkan sanksi sosial ada yang memilih denda administratif.

Selain meninjau lokasi operasi yustisi, Khofifah bersama forkopimda kabupaten Madiun meresmikan tim penegak disiplin protokol kesehatan di desa dengan ditandai pemakaian syal merah putih.

Mereka akan bertugas bersama babinsa, babinkabtibmas dan kepala desa di kabupaten Madiun.

“Operasi yustisi dilakukan sebagai bagian dari law enforcement dari berbagai regulasi yang diterbitkan baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,” jelas Gubernur Jatim perempuan pertama.

Tujuannya tidak lain adalah mengajak masyarakat saling melindungi satu sama lain dan gotong royong melawan COVID-19 melalui kepatuhan kepada protokol kesehatan,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi segala regulasi yang dibuat pemerintah. Kebijakan tersebut sudah dikaji, dipertimbangkan secara matang dan dipastikan bermanfaat dari segi kesehatan dan keamanan bagi masyarakat.

“Oleh sebab itu, operasi yustisi akan menjadi penguat penegakan protkes yang lebih tegas dan masif. Yang berada di garda depan sesungguhnya adalah masyarakat,” imbuhnya.

Ditambahkan, berdasarkan laporan hasil operasi yustisi yang sudah dilakukan periode 14 sampai 17 September 2020, telah dilakukan di 1.329 titik dengan 16.917 teguran, dilakukan teguran baik lisan maupun tertulis baik perseorangan maupun korporasi.

Sementara, untuk denda berupa kerja di fasilitas umum sebanyak 5390 kali, dan denda administratif sebanyak 2382 kali dengan nilai denda 133.141.000. Serta, penutupan sementara tempat usaha sebanyak 13 tempat, dan penyitaan KTP/ passport sebanyak 825 buah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengharapkan, dengan ditegakkanya peraturan ditengah pandemi Covid-19 ini, tingkat kepatuhan masyarakat semakin meningkat.

Masyarakat diminta agar menggunakan masker kemana saja dan mematuhi protokol kesehatan sebagai bentuk menekan penyebaran Covid 19.

“Jadi, masker ini menjadi salah satu win win solusi bagi mereka yang harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah, namun kesehatannya tetap terlindungi. Masker menjadi kunci untuk tetap produktif dan aman,” tegas Khofifah.

Baca : Sekdaprov Jatim Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Disiplin Prokes Cegah Covid-19

Jumlah besaran denda yang diatur dalam Pergub No. 53 Tahun 2020 terkait protokol kesehatan, perorangan sebesar Rp. 250.000, untuk usaha mikro Rp. 1.000.000, usaha kecil sebesar Rp. 2.000.000, usaha menengah sebesar Rp. 10.000.000 dan usaha besar sebesar Rp. 50.000.000.

Pada dasarnya, kata Gubernur Khofifah, tidak menghendaki adanya hukuman. Tapi, situasi penyebaran Covid-19 ini sangat berhubungan dengan kedisiplinan.

“Harapannya, denda menjadi pengingat bahwa dengan menggunakan masker yang kini harganya hanya kisaran 5-10 ribu rupiah, jauh lebih murah dibandingkan besaran denda,” urai orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

“Dengan masker, kita bisa melindungi diri dan orang di sekitar, sekaligus menyeiringkan kegiatan ekonomi dan pencegahan Covid-19,” lanjut Khofifah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca