Gubernur Khofifah Bantu Air Bersih Warga Gayam Bondowoso

183 views
Gubernur Jawa Timur Khofifah di Bondowoso

Gubernur Jawa Timur Khofifah di Bondowoso

KABARRAKYAT.ID Senyum tanda bahagia,  jelas terpancar di wajah warga Dusun Jumas Desa Gayam Kecamatan Botolinggo, Bondowoso. Karena desa mereka dapat bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus datang temui warga secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut, Kamis (11/7/2019).

Menurut Khofifah, bantuan air bersih diberikan sebagai bentuk antisipasi kemarau panjang yang akan terjadi. Sebagaimana disampaikan BMKG, bahwa puncak kemarau musim ini akan terjadi sekitar bulan Agustus.

“Ada 24 kabupaten yang mengalami kekeringan, terdiri ada 180 desa. Jadi bulan Juli ini masing-masing melakukan antisipasi,” ungkapnya.

Disampaikan Gubernur bahwa bantuan tandon air yang diberikan tak bisa bersifat permanen. Maka opsi menyiapkan sumur bor itu adalah opsi strategis.

Apalagi, kata Khofifah, dusun Gayam  saat musim hujan pun problem air bersih ternyata juga masalah.

“Jadi, bagaimana pipanisasi itu bisa disiapkan, tapi sumber airnya agak jauh,” imbuhnya.

Gubernur Khofifa datang bersama kadis PU Bina Marga, dan Kadis ESDM, dan BPBD.

“Saya harap besok sudah ada utusan dari Pemkab Bondowoso terutama adalah Sekda dan Bappeda untuk segera dibuat pemetaan. Dan segera dikerjakan,” katanya.

Bupati Salwa Arifin yang turut hadir, mengatakan, kondisi desa Gayam yang kesulitan air. Ia mengharap agar Pemprov Jatim bisa memfasilitasi pembuatan sumur bor di wilayah timur Bondowoso itu.

Untuk mengatasi kesulitan air. Kepala BPBD Bondowoso, Kukuh Triatmoko, mengatakan, air bersih yang diberikan ke dusun Jumas, desa Gayam yakni mencapai tujuh tangki. Masing-masing berkapasitas 4ribu liter.

“Kebutuhan masyarakat per hari nya 30-40 liter air. Dari tujug tangki dengn kapasitas masing-masing 4000 liter, maka ada 28ribu liter. Jumlah itu dibagi 20  sudah melebihi dari jumlah jiwa yang ada disini. Kalau KKnya sekitar 300an dengan jumlah jiwa sekitar 967 jiwa,” pungkasnya.

Adapun jumlah daerah yang rawan kekeringan di Bondowoso, kata Kukuh, jika melihat data dari peta kerawanan yang dibuat tahun 2016, ada 16 kecamatan yang berpotensi kekeringan. Kemudian saat ini tinggal 46 desa, dan beberapa desa lainnya telah dibantu dengan perpipaan dan sumur bor.

Disebutkannya bahwa pada dua tahun terakhir ini ada empat kecamatan yang mengalami kekeringan parah. Yakni Kecamatan Wringin, Botolinggo, Klabang, dan Pakem.

Pantauan di lapangan,  Selain bantuan air bersih, juga diberikan 120 jerigen dan 120 sembako, tandon air yang jumlahnya 30 buah. Semua tandon disebarkan pada sembilan kecamatan. Adapaun di desa Gayam diberikan bantuan dua tandon air.

Reporter : Ifa

Editor: Richard

banner 970x90









Loading...

#kekeringan #sumur bor #warga gayam

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply