Saturday, August 8, 2020
Home BERITA Gubernur Khofifah Bersama Pangkogabwilhan II Luncurkan One Gate Referral System

Gubernur Khofifah Bersama Pangkogabwilhan II Luncurkan One Gate Referral System

Jadi Sarana Percepatan Penanganan dan Pemetaan yang Tepat dalam Distribusi Pasien Covid-19

KABAR RAKYAT – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur dan Pangkoarmada II  meluncurkan aplikasi sistem rujukan satu pintu atau yang disebut dengan One Gate Referral System di RS Darurat Lapangan Indrapura, Surabaya, kemarin (7/7) sore.

One Gate Referral System untuk Covid-19 ini adalah inovasi Pemprov Jatim bersama Pangkogabwilhan II yang menyatukan sistem rujukan pasien ke 99 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jawa Timur dan juga RS Darurat Lapangan Indrapura.

Di tahap awal saat launching dilakukan sore ini, sudah ada sebanyak 31 RS rujukan Covid-19 di kawasan Surabaya Raya yang sudah terkoneksi dan terintegrasi datanya dalam One Gate Referral System.

Sistem yang dikomandani langsung oleh Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur ini akan memuat data ketersediaan fasilitas pelayanan pasien covid-19 secara real time.

[the_ad id=”29596″]

Mulai ketersediaan ruang RIK di setiap rumah sakit, ketersediaan ruang isolasi bertekanan negatif maupun tidak bertekanan negatif, ketersediaan ICU, hingga ketersediaan ruang HCU di masing-masing RS rujukan Covid-19.

Dengan kehadiran sistem baru ini, Gubernur Khofifah berharap agar kondisi kamar dan pasien di 31 rumah sakit ini bisa terpetakan dan terpantau secara real time. Sehingga bisa mempercepat pendistribusian pasien sekaligus mempercepat layanan kepada masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Bersama Pangkogabwilhan II dan Jajaran Forkopimda Jatim Meninjau Langsung Kesiapan Pengoperasian One Gate Referral System di RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya

“Maka di dalam sistem ini semua akan terpetakan. Harapannya adalah ada distribusi pasien yang lebih memungkinkan memberikan percepatan layanan sesuai kualifikasi kondisi pasien,” ungkap Gubernur Khofifah dihadapan awak media.

Orang nomor satu di Jatim ini mencontohkan, jika ada seseorang  yang perlu dirujuk di RS Covid-19, maka bisa dilihat kebutuhan RIK-nya. Apakah itu RIK biasa atau negative pressure bahkan kebutuhan ICU atau HCU nya.

Kemudian dengan sistem ini, maka pasien tersebut akan dirujuk ke rumah sakit yang menyediakan sesuai  kebutuhan pasien tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER