Monday, October 26, 2020
Home DESTINASI KULINER Gubernur Khofifah : Mari Gerakkan Diversifikasi Pangan Lokal

Gubernur Khofifah : Mari Gerakkan Diversifikasi Pangan Lokal

Sumber: Pemprov.Jatim

- Advertisement -

Diversifikasi Pangan Lokal Melalui Program Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual

KABAR RAKYAT – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
mengajak masyarakat kembali melakukan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal yang telah dicanangkan Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Utamanya, untuk makanan-makanan berbahan dasar non beras, seperti singkong, ketela, tales, garut, kentang hingga jagung.

Melalui gerakan diversifikasi pangan lokal, masyarakat kembali diajak untuk mengkonsumsi berbagai makanan tradisional yang mengandung karbohidrat sebagai pengganti nasi.

Selain mendukung program pemerintah, gerakan ini juga bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan pertumbuhan UMKM makanan di Jawa Timur.

“Hari ini kita bisa membangun patriotisme dan nasionalisme melalui Diplomasi Makanan Lokal betapa tidak tiwul dan gatot dari Blitar ternyata saat pandemi COVID-19pun tetap eksport ke Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Singapore,” ungkap Gubernur Khofifah di acara Expose Produk Olahan Makanan Non Beras di Surabaya, Rabu (19/8).

Yang cukup menggembirakan, ungkap Khofifah, beberapa produk olahan makanan non beras yang mampu menembus pasar ekspor yaitu gatot dan tiwul ternya memiliki pasar fanatik terutana warga Jawa Timur yang berada di luar negeri.

Bahkan, dalam satu bulan salah satu pengusaha gatot dan tiwul mampu mengirimkan hingga 2 kontainer ke Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Singapura.

Tiwul dan gatot ini pun juga sudah dikemas sedemikian rupa sehingga bisa dikirim ke luar negeri tanpa mengurangi rasa dan kandungan vitamin di dalamnya. Masyarakat Indonesia khususnya Jatim juga harus bisa konsumsi sekaligus memasarkan makanan khas lokal ini," tandas Khofifah.

Sementara itu, Khofifah menambahkan 33% PDRB Jawa Timur disupport oleh Industri Makanan dan Minuman (Mamin). Melihat fakta itu, penguatan masif kepada sektor mamin, utamanya pengenalan pada produk berbahan baku pangan lokal seperti ganyong, garut dan jelarot, menjadi satu hal yang menjanjikan.

“Itu artinya bahwa, kalau ini bisa kita kembangkan, rasanya ini akan memberikan siginifikansi terhadap kemungkinan berkurangnya impor gandum mengingat opsi bahan baku kue menjadi variatif,” tuturnya optimis.

Kesiapan Jawa Timur dalam mendukung Diversifikasi Pangan juga turut disampaikan Gubernur Khofifah saat melakukan Video Conference pencanganan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal serentak bersama Kementerian Pertanian di Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca