Gubernur Khofifah Paparkan Action PLan Pengendalian Covid-19 di Depan Menko Polhukam dan Mendagri

  • Whatsapp
Ibu Gubernur terima kunker mendagri dan menkopolhukam dlm rangka percepatan penanganan covid-19 di jatim di Hotel JW Marriott Surabaya

KABAR RAKYAT – Di hadapan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan action plan dalam rangka pengendalian   penanganan Covid-19, bertempat di Hotel JW Marriot, Surabaya, Jumat (26/6).

Hal ini sejalan dengan arahan  Presiden Joko Widodo untuk bisa mengendalikan  angka penularan Covid-19 di Jawa Timur dalam waktu dua minggu kedepan.

Read More

Selain Menko Polhukam dan Mendagri kegiatan tersebut juga dihadiri, Pangkogabwilhan II Marda TNI Imran Baidirus, Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansayah.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Gresik Sambari, Plt. Bupati Nur Ahmad Syaifuddin, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim.

Dalam paparannya Khofifah menjelaskan, pihaknya akan membentuk Tim Gabungan  Forkopimda Jawa Timur dan Gugus tugas Surabaya Raya yaitu Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, da Kab. Gresik yang saat ini menjadi wilayah penyebaran tertinggi di Jatim dalam koordinasi Pangkogabwilhan II.

Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengintensifkan koordinasi dalam sinergi,  kolaborasi dan evaluasi.

“Sesuai arahan pak Presiden bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, maka dengan dibentuknya Tim Gabungan Surabaya Raya ini nantinya akan bisa dilakukan sharing sumber daya dan komitmen yang terukur,” terang Khofifah.

Gubernur Jatim paparan penanganan Covid-19 di Jatim

Action plan selanjutnya, yaitu dengan terus memasifkan tes, pelacakan, isolasi hingga treatment dengan jumlah yang lebih  banyak. Salah satunya yaitu dengan menerjunkan Tim Gabungan Covid-19 Hunter Dinkes lokal khususnya di kluster utama Surabaya Raya untuk melakukan testing dan isolasi massif.

Kemudian tracing minimal 20 orang per kasus positif. Serta, penyediaan ruang isolasi yang lebih besar supaya isolasi menjadi nyaman, dalam hal ini keberadaan RS Darurat bisa dioptimalkan.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *