Sunday, October 25, 2020
Home JATIM Gubernur Khofifah Salurkan Beasiswa untuk 850 Guru Madin di Jatim

Gubernur Khofifah Salurkan Beasiswa untuk 850 Guru Madin di Jatim

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Sebanyak 850 Guru Madrasah Diniyah (Madin) di Jatim menerima beasiswa pendidikan dari Pemprov. Upaya pemerintah ini untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Jatim yang merupakan poin utama Program Nawa Bhakti Satya.

“Pemprov. Jatim telah mengalokasi anggaran beasiswa Guru Madin sebesar Rp. 11,3 miliar untuk 850 Guru Madin,” jelas Gubernur Khofifah.

Adapun rincian anggaran beasiswa pendidikan tersebut, beasiswa guru diniyah mahasiswa S1 sebesar Rp 8,1 miliar. Masing-masing memperoleh Rp 10.000.000,00. Untuk mahasiswa S2 sebesar Rp 3,2 miliar dengan rincian masing-masing peroleh Rp 20.000.000,00.

“Ini berkaitan dengan kesempatan tingkatkan kompetensi akademik bagi para pendidik Diniyah untuk memperoleh pendidikan di level perguruan tinggi,” terang Khofifah di acara kuliah umum, Stadium General Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Diniyah di Grahadi, Rabu (23/9).

BacaBank Indonesia Salurkan CSR Protokol Kesehetan ke Pokdarwis

Peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para pendidik Madin, kata Khofifah, akan sangat berpengaruh pada output pembentukan karakter santri. Maka kualitas pendidikan melalui tenaga pendidik dan kependidikan harus terus ditingkatkan.

Sejalan hal itu maka kesejahteraan terus diupayakan pemerataannya, serta keunggulan yang dicapai harus diikuti oleh sikap akhlakul karimah.

Pesan Gubernur Khofifah agar era digitalisasi dapat diseiringkan dengan  sisi kemanusiaan yang tetap harus diperhatikan dalam menyikapi semua permasalahan, tidak semata- mata disandarkan pada teknologi informasi.

“Pandemi COVID-19 membuat banyak agenda dilakukan secara virtual. Memaksa kita masuk di era 4.0, tetapi kita tidak boleh diremote digitalisasi, diremote oleh robot, diremote oleh artificial intelligence semata. Kitalah yang kendalikan sistem informasi dan komunikasi agar berjalan dengan tatanan norma dan nilai,” tandas Khofifah.

BacaPT. PLN (Persero) Salurkan CSR Kembangkan Potensi Madu Saeman Klakah

“Ada hal yang memang harus kita seiringkan antara mesin dan sisi kemanusiaan, termasuk bagaimana kita menyeimbangkan 4.0 dengan 5.0,” lanjutnya.

Di sisi lain Gubernur Khofifah meyakini bahwa Pesantren dengan segala kultur dan sistem pendidikan didalamnya akan mampu menjawab dan bersaing di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Untuk itu kualifikasi pendidikan bagi para pendidik madrasah diniyah memang dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut.

“Proses ini tidak sederhana, tetapi bahwa di pesantren bisa diisi, bahwa Akhlakul Karimah dibentuk berseiring dengan format proses penyampaian pendidikan dan berbagai kurikulum yang dikembangkan di pesantren saat ini, salah satunya melalui madrasah Diniyah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim, Dr. Hudiyono menjelaskan bahwa sejumlah 870 guru diniyah telah mendaftar beasiswa Strata Satu maupun Strata Dua. Namun, pada akhirnya setelah dilakukan seleksi ada 850 orang yang berhasil mendapat beasiswa tersebut.

BacaKhofifah Distribusikan 36 Ventilator Untuk RS Rujukan Covid-19 Dan Hibah Jatim PUSPA di Kawasan Tapal Kuda Jatim

Hudiyono juga menyampaikan bahwa sesuai dengan permintaan dan melalui seleksi yang cukup ketat, tahun 2020 ini, sebagian besar dari jumlah beasiswa yang diberikan adalah untuk guru diniyah yang akan melanjutkan ke Strata Dua (S2). “Ada kitab kuning, administratif, ketat sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jatim, A. Hamid Syarrif mengungkapkan sesungghnya ada program beasiswa guru diniyah yang dikonversi ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Namun, karena pandemi COVID-19, sehingga program tersebut harus ditunda. Diakui Hamid, sedianya program konversi pendidikan guru Diniyah ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini merupakan program tahun 2020. “Kita sudah melakukan tes awal sebanyak 195. Karena ada COVID, kita tunda ke 2021,” ujarnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca