Kamis, November 26, 2020
Beranda MADURA BANGKALAN Gubernur Khofifah : Santri Bisa Jadi Jenderal, Guru Besar Bahkan Presiden

Gubernur Khofifah : Santri Bisa Jadi Jenderal, Guru Besar Bahkan Presiden

Pompa Motivasi para Santri Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan

KABAR RAKYAT –  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah, dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, membagikan 5.000 masker kepada para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Sabtu (27/6) sore.

Kegiatan bagi masker sesungguhnya secara terus menerus dilakukan jajaran Forkopimda Jatim, baik di pasar, di terminal maupun di pesantren serta titik kerumunan masa lainnya.

Baca: Layanan Sembako Murah Gratis Ongkir Lumbung Pangan Jatim Menjangkau Malang Raya

Dalam sambutannya saat berkunjung ke pesantren Syaichona Cholil Bangkalan,  Gubernur Khofifah memompa motivasi dan semangat para santri agar bercita-cita tinggi, dan terus berjuang meraihnya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga mendoakan para santri kelak akan menjadi orang sukses, dan memegang amanah penting di negeri ini, seperti bisa jadi jenderal, guru besar bahkan presiden seperti Gus Dur.

“Mudah-mudahan yang sekarang nyantri di Ponpes Syaichona Cholil ini kelak yang menjadi anggota polisi  atau TNI bisa jadi Jenderal,   profesor bahkan jadi presiden seperti Gus Dur” kata Khofifah.

Baca: Manjakan Traveler Alam, Destinasi Hutan Burno Lumajang Mulai Bebenah

Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, cita-cita itu bisa saja terwujud. Sebab, sudah ada buktinya. Yakni, Bupati Bangkalan, KH. R. Abdul Latif Amin Imron merupakan seorang santri, yang juga dzuriyah Ponpes Syaichona Cholil, Bangkalan. Kemudian, ada KH. Nasih yang juga mengemban amanah di DPRD Jatim.

[the_ad id=”29596″]

“Dulu susah kita dapat Bupati Al Mukarom, tetapi sekarang Al Mukarom Bapak Bupati Bangkalan, yang juga seorang kyai. Kemudian jika ada yang ingin mengikuti jejak KH. Nasih menjadi anggota DPR, Insyaallah besar sekali manfaatnya karena akan bisa membawa suara masyarakat, terutama masyarakat Pesantren, juga  suara  masyarakat Madura,” ujarnya.

Gubernur wanita pertama di Jatim ini optimis, kelak berprofesi sebagai apapun, para santri akan menuai kesuksesan, sebab etos kerja masyarakat Madura, yang terkenal memiliki budaya bekerja keras luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca