Minggu, November 29, 2020
Beranda JATIM KAB KEDIRI Guru dan Kepala Madrasah Kediri Demo Potongan BOS di Kemenag

Guru dan Kepala Madrasah Kediri Demo Potongan BOS di Kemenag

REPORTERMuajijin/Jin

KABAR RAKYAT – Ratusan guru dan kepala sekolah madrasah se kabupaten Kediri yang tergabung dalam Forum Kabupaten Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Massa menuntut agar Kementerian Agama Kabupaten Kediri tidak memotong dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kamis (5/11/2020).

Para pahlawan tanpa tanda jasa ini menilai, jika dana BOS sangat vital untuk menjaga kelangsungan hidup sekolah madrasah. Massa juga membawa berbagai macam poster tuntutan. Seperti cairkan dan BOS seratus persen, tolak pemotongan 50 persen.

Dalam orasinya massa meminta agar pihak Kemenag memberikan keterangan yang jelas, terkait dana BOS yang dipotong.

“Kami datang ke sini dengan damai, kami meminta tidak ada pemotongan dana bos yang dilakukan oleh kemenag kabupaten kediri,” teriak zulfikar, orator dalam demonstrasi.

Massa kemudian ditemui oleh Kepala Kemenag Kabupaten Kediri,Kasi Pendidikan Madrasah dan perwakilan dari Kemenag Kanwil Jawa Timur. Di depan massa, kasi Pendidikan Madrasah mengatakan, tidak ada pemotongan dan BOS. namun yang sebenarnya dana BOS belum semuanya cair.

“Sebenarnya pihaknya mengajukan dana BOS 100 persen. Namun baru disetujui 50 persen. Sedangkan yang 50 persen belum cair. lha inilah yang dianggap dipotong oleh pihak sekolah. Padahal belum cair semuanya. Dan tadi dari Kanwil dan Kemenag Pusat sudah menyetujui dan bulan November ini akan dicairkan,”ujar Enim Hartono, Kasi Pendidikan Madrasah kementrian agama Kabupaten Kediri.

Sebenarnya dan BOS untuk bulan Januari-Juni sudah cair. Namun untuk bulan Juli-Desember belum cair. Massa berharap ada perhatian khusus baik dari Kementerian Agama maupun Pemerintah terkait agar pengelolaan keuangan yang ada tidak merugikan dunia pendidikan baik di Kabupaten Kediri dan secara nasional.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca