Hakim PA Banyuwangi Menemukan Ketidaksesuaian Luas Lahan Gugatan

  • Whatsapp
PS Gumuk Kantong Muncar (3)
Hakim Pengadilan Agama, Muh. Yunus Hakim melakukan pemeriksaan di lokasi lahan sengketa. Jum'at (31/1/2020). ft. Fattahur/KR.ID

Proses sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara waris nomor 4664/Pdt.G/2019/PA.Bwi. Lokasi di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar.

KabarRakyat.ID – Hakim, Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, Jawa Timur melakukan sidang di tempat perkara dengan agenda pemeriksaan lahan sengketa di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin Jum’at (31/1), pagi.

Pantauan dilokasi, baik penggugat maupun tergugat didampingi masing-masing penasehat hukum serta perangkat desa setempat hadir menyaksikan pemeriksaan setempat oleh PA Banyuwangi di salah satu obyek sengketa. Salah satu obyek sengketa yang diperiksa yakni lahan pertanian yang diatasnya berdiri kolam renang Sembilan Palem Gumuk Kantong Indah dan tempat karaoke keluarga.

Dalam sidang Pemeriksaan Setempat (PS) perkara waris nomor 4664/Pdt.G/2019/PA.Bwi itu, Majelis Hakim yang dipimpin Muh. Yunus Hakim tersebut, Pengadilan Agama menemukan beberapa ketidak sesuaian seperti luas lahan.

Menanggapi hal itu, Muh. Yunus Hakim salah seorang Majelis Hakim PA Banyuwangi enggan berkomentar banyak. Ia lebih mengarahkan untuk mengikuti proses yang sudah berjalan saja hingga putusan nanti.

Meski demikian,Yunus Hakim memastikan, pemeriksaan lahan sengketa yang dilakukannya berjalan lancar, tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Alhamdulillah berjalan lancar, kita kan pinginnya semuanya berjalan positif. Dan PS itu sendiri bertujuan memastikan bahwa objek sengketa benar ada. Hasil Pemeriksaan Setempat digunakan untuk bahan kesimpulan,” kata Yunus Hakim sambil berjalan meninggalkan obyek sengketa.PS Gumuk Kantong Muncar (1)

Menurut Tim Penasehat Hukum dari tergugat, ketidak sesuaian itu ada pada batas dan luas pada obyek sengketa dan faktanya terungkap saat dilakukan pemeriksaan. Sepertihalnya luas lahan SHM Nomor 892, pihak penggugat menyebut luas lahannya 4.450 meter persegi namun faktanya setelah diperiksa, objek tanah tersebut luas lahannya 3450 meter persegi.

Point berikutnya, lahan pertanian yang diatasnya berdiri kolam renang dan tempat karaoke SHM Nomor 1254, pihak penggugat menyebut luasnya 6.892 meter persegi dengan batas sebelah utara rumah Ernasari, batas selatan tanah Pak Awi, batas barat jalan desa, sebelah timur rumah Pak Daus. Setelah dicek, faktanya luasnya 6.890 meter persegi dengan batas, sebelah utara irigas/tanah milik H. Fathol Arifin, sebelah selatan jalan setapak, sebelah barat jalan desa, dan sebelah timur jalan setapak serta terdapat sembilan rumah warga.

Disitu jelas ada ketidak sesuaian luas maupun batas gugatan obyek sengketa yang tercantum dalam gugatan penggugat dengan luas dan batas obyek sengketa yang sebenarnya,” bebernya.

Meski demikian, kata Tim Penasehat Hukum, nantinya itu tetap akan menjadi pertimbangan Majelis Hakim.

Baca juga:

“Yang jelas, sesuai yurisprudensi MA Nomor 81 K/Sip/1971 menyatakan bahwa, karena setelah dilakukan pemeriksaan setempat oleh Pengadilan Negeri atas perintah Mahkamah Agung, tanah yang dikuasai tergugat ternyata tidak sama batas-batas dan luasnya dengan yang tercantum dalam gugatan, gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima,” jelasnya.

Sementara pihak penggugat Yudi Mulyono melalui Kuasa Hukumnya Ir. Wahyudi mengatakan, PS bertujuan untuk mencocokkan isi gugatan dengan fakta di lapangan. Dirinya-pun juga tak menyanggah jika ditemukan selisih luas lahan saat saat pemeriksaan.

“Hanya ada selisih masalah luas saja, tapi sudah benar menurut sertifikat,” ujarnya.

Yang terpenting, kata Wahyudi, pihak tergugat tidak membantah isi gugatannya. Bahwa ada waris, dan ada harta yang memang sudah diberikan sebelum  jadi waris.

PS Gumuk Kantong Muncar (5)

Terpisah, Kasi Pemerintahan Desa Sumbersewu Arifin menerangkan, soal tanah yang saat ini tengah diperbutkan anak-anak dari almarhum H. Fathol Arifin itu tidak ada masalah, karena seluruhnya sudah bersertifikat.

“Sesuai data kerawangan Desa Sumbersewu, ada sekitar 4 obyek dan sudah bersertifikat yakni yang saat ini dijadikan kolam renang, penginapan, karaoke, dan lapangan futsal. Dan semua sertifikatnya itu terdaftar atas nama almarhum H. Fathol Arifin,” jelasnya.

Sepengetahuan Arifin, selain di Desa Sumbersewu, masih ada sejumlah harta lainnya berupa tanah darat dan sebagainya, namun ia tidak begitu tahu betul. Karena memang letaknya berada di tempat lain desa.

Pengadilan Agama Banyuwangi kembali akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada bulan depan di sejumlah obyek lainnya yang masih saling berkaitan, yakni beberapa obyek yang berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar dan ada pula obyek sengketa yang berada di Desa Rejo Agung, Kecamatan Srono.

Reporter : Fattahur

Editor : Richard

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *