Kamis, Januari 21, 2021
Beranda JATIM BONDOWOSO Di Bondowoso, Harga Tahu Naik Seribu Rupiah Saja, Pembeli Mengeluh

Di Bondowoso, Harga Tahu Naik Seribu Rupiah Saja, Pembeli Mengeluh

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Darurat tahu dan tempe juga terjadi di Bondowoso. Walaupun tak sampai menghilang di pasaran namun harga tahu khususnya, terpaksa harus naik Rp 1.000 dari harga jual Rp 19.000 per papan.

Keputusan ini diambil agar bisa bertahan di tengah naiknya harga kedelai hingga 30 persen. Dari sebelumnya Rp 6.400 menjadi Rp 9.300 per kilogram.

Seperti dituturkan oleh Liliana Subrata, pemilik perusahan Tahu Kurma di Bondowoso, Senin (4/1/2021).

Ia mengaku, bahwa semula ada rencana mogok produksi tahu di antara para produsen Bondowoso. Namun, karena memang masih ada banyak hal yang dipertimbangkan. Seperti nasib karyawan, dan para pelanggan. Akhirnya, diputuskan untuk menaikkan harga saja.

“Naik Rp 1.000 saja, pelanggan teriak-teriak,” katanya.

Menurut pemilik perusahaan tahu yang telah berdiri sejak 1983 ini, pihaknya selama sebulan terakhir ini mengalami rugi. Karena harga kedelai yang melambung.

Kedelai yang digunakan sendiri merupakan kedelai import yang dibelinya di Jember. Pihaknya, tak bisa menggunakan kedelai lokal karena mempengaruhi kualitas tahu.

Adapun, jika dicampur pihaknya masih pikir-pikir dulu. Karena khawatir justru membuat tahu tak bisa mengembang. Kondisi ini justru ditakutkan semakin membuat rugi, mengingat dalam sehari pihaknya memproduksi hingga 1 ton kedelai.

“Kita tak bisa pakai kedelai lokal ya, tahunya itu cepat busuk. Kalau dulu bisa, sekarang tidak bisa. Tidak tahu kenapa. Saya pikir hanya saya yang tidak bisa, ternyata perusahaan lain juga tak bisa,” jelas wanita yang memiliki pekerja hingga 40 orang.

Wanita usia 53 tahun ini pun berharap agar pemerintah bisa segera mengambil kebijakan. Agar makanan rakyat ini bisa tetap bisa dinikmati.

“Kita menunggu pemerintah agar ada penurunan harga kedelai,” tutupnya.*

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca