Hari Anak Nasional, Ada Festival Memengan Tradisional

  • Whatsapp
Festival Memengan Tradisional
Festival Memengan Tradisional

Anak-anak SD bermain bersama Bupati Abd. Azwar Anas di Festival Memengan Tradisional

KABARRAKYAT.ID – Di Kabupaten Banyuwangi, Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2018, dimeriahkan dengan Festival Memengan (permainan, red) Tradisional. Ribuan anak-anak dari pelosok bumi Blambangan bermain dengan ragam permaian tradisional.

Tepat di Jalan Raya samping kantor Pemda Banyuwangi, Festival Memengan Tradisional digelar, Sabtu pagi (21/7/2018).

Read More

Ribuan anak-anak bermain bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Salah satunya, permainan perang-perangan bak jaman perjuangan dahulu. Anak-anak membuat senjata mainan dari pelepah pisang yang di desain sedemikian rupa mirip laras panjang. Ada pula permainan bambu di desain khusus dengan peluru putu (kembang dari buah jambu atau disebut putu).

Dor..dor.. peluru bunga jambu dimuntahkan dari senapan pelepah pisang menyerang Bupati Anas yang sedang tiarap. Tak mau kalah, Anas membalas serangan tersebut sembari diikuti sekutunya. Dor.. “Yeay, menang,” teriak Anas diikuti anak-anak SD yang menjadi sekutunya. Mereka pun langsung mengangkat tinggi tangannya bebarengan tanda kemenangan. Kegembiraan tersebut terpencar dari rona muka Anas dalam Festival Memengan (permainan) tradisional.

“Mainan tradisional ini memang membutuhkan energi, tapi menyenangkan. Banyak hal baik di dalamnya, mulai mengajarkan kekompakan, guyub, dan menyehatkan,” jelas Anas.

Baca juga: Ritual Basuh Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso Bikin Murid Nangis

Festival ini melibatkan 5.000 anak SD se-Banyuwangi yang memainkan bermacam-macam permainan lawas. Mereka berparade sepanjang 2 km menampilkan kepiawaiannya di hadapan publik. Ada yang main egrang bambu, egrang batok kelapa, gasingan, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, lintang aliyan, serta balapan velg.

Keceriaan dan kegembiraan pun terlukis di wajah polos ribuan anak tersebut. Jerit girang dan pekik keceriaan ribuan bocah ini juga menggema di sepanjang rute. Apalagi saat siswa ada yang bermain balap karung sambil jalan meloncat-loncat, penonton pun menyoraki dan menyemangati mereka.

Setelah itu, tampil juga permainan tarik tambang, dagongan, hulahop, lompat tali, dan mobil-mobilan bambu.

Salah satu peserta Festival Memengan Tradisional, Risda Martadia, dari SDN 7 Jambewangi mengaku senang bisa ikut meramaikan festival ini. Risda bermain Lintang Alihan bersama tujuh orang temannya. Permainan ini membutuhkan kecekatan dan kerjasama antar sesama pemain.

“Senang sekali ikut festival ini. Bisa mencoba mainan dari kelompok lain. Pokoknya seneng banget, bisa kejar-kejaran, lompat, dan tertawa bareng-bareng,” ujar Risda.

Banyuwangi konsisten memberikan panggung bagi anak-anak untuk berkreasi. Belasan event yang dihadirkan yang menjadikan anak sebagai aktor utama. Selain festival permainan tradisional, masih ada Lalare Orkesyra konser para musikus cilik Banyuwangi yang digelar.

Reporter: */hms/coi

Editor: Coi/Choiri

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *