Hasan Aminuddin: Tidak Boleh Lagi Perdebatkan Agamamu Dan Sukumu

  • Whatsapp
IMG_20200309_131353
Politisi Nasdem Drs.Hasan Aminuddin saat resmikan tempat persemayaman Budi Luhur di Kraksaan - Probolinggo.

KabarRrakyat – Keharmonisan ditengah keberagaman suku, bahasa dan agama menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan NKRI. Isu sara kerap kali digunakan pihak tertentu untuk membuat kegaduhan yang tidak produktif di tengah percepatan proses pembangunan pemerintahan Jokowi.

Perdebatan pengenaan isu sara terkait agama, suku maupun golongan sudah tidak boleh lagi. Perbedaan di Indonesia itu sebagai aset bangsa bukan persoalan lagi. Pesan ini disampaikan ketua Komisi IV, DPR RI dari Fraksi Nadesm Drs.H.Hasan Aminuddin, saat meresmikan rumah persemanyaman di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur, Senin ( 9/3/2020).

Read More

banner 645x400

Hasan Aminuddin yang juga ketua DPP Nasdem Bidang agama dan tokoh adat mengingatkan, agar persoalan identitas agama, suku, golongan digunakan untuk mengadu domba. ” Hari ini pertanyaan agamamu apa, sukumu apa, etnismu apa, sudah tidak boleh digunakan. Republik ini sudah puluhan tahun merdeka menjaga keharmonisan antar umat beragama, suku lebih penting untuk kemajuan bangsa ini ke depan. Ada pekerjaan lebih penting yang harus diselesaikan untuk menuju Indonesia lebih baik. Hal yang tidak produktif selayaknya dihentikan”, tandas politisi asal Kraksaan Probolinggo ini.

Tempat persemayaman etnis Tiongha yang baru di bangun di Kraksaan menurut Hasan Aminuddin,merupakan potret keharmonisan antar umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

” Persoalan agama,suku, kelompok yang ada di negeri sudah selesai dan dijamin oleh negara. Adanya tempat persemayaman potret kerukunan umat di Kraksaan,khususnya di Kabupaten Probolinggo. Soal toleransi sejak kecil saya diajarkan oleh orang tua kami.Dan sepanjang hidup saya berjalan baik-baik saja. Bahkan, di selatan rumah TPU digunakan makam untuk orang muslim bersebelahan dengan makam kristen,katholik dan makan cina. Disinilah sejatinya hidup bertoleransi, kata Hasan Aminuddin menggambarkan Desa Rangka tempat kelahiranya.

Ketua Yayasan Budi Luhur, Samuel, mengucapkan terimakasih kepada warga Desa Asembagor, Kraksaan, yang telah menerima keberadaan persemayaman Budi Luhur. “Tanpa restu tokoh ulama, dukungan pemerintah dan warga Desa Asembagor bangunan ini tidak mungkin berdiri. Keharonisan yang terbangun sangat baik menjadi kata kunci kebersamaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada tokoh Kabupaten Probolinggo Drs.H.Hasan Aminuddin yang telah meresmikan tempat kami ini”, kata Samule.

Nampak hadir dalam peresmian Persemayaman Budi Luhu, Kapolres Probolinggo AKBP.Ferdy Irawan, Kodim 0820, MUI, MPC NU Kraksaan dan tokoh ormas.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *