Jumat, November 27, 2020
Beranda JATIM KOTA KEDIRI Ibu PKK Kota Kediri Pelatihan Pemulasaran Jenazah  

Ibu PKK Kota Kediri Pelatihan Pemulasaran Jenazah  

REPORTERMuajijin/Jin

KABAR RAKYAT – Minimnya tenaga perempuan untuk pemulasaran jenasah menjadi perhatian tersendiri bagi PKK Kota Kediri. Bekerjasama dengan Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kediri, menggelar pelatihan pemulasaran jenazah bagi perempuan. Kegiatan ini diadakan di hotel Lotus Kota kediri, Jumat (20/11/2020).

Kabag Kesra Pemkot Kediri, Ardi Handoko mengatakan, kegiatan pelatihan yang diadakan ini merupakan akomodir dari usulan yang disampaikan oleh TP PKK Kota Kediri.

Minimnya pelaksana pemulasaran jenazah perempuan menjadi perhatian tersendiri.

“Kegiatan ini merupakan akomodir dari permintaan TP PKK Kota Kediri. Kalau ada jenazah perempuan, ini yang kesulitan. Karena kebanyakan petugas pemulasaran adalah laki-laki. Padahal jika jenazah perempuan, maka petugas pemulasarannya juga harus perempuan,” ucapnya.

Pelatihan ini diikuti 70 peserta yang berasal dari sejumlah organisasi, diantaranya PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Muslimat, Aisyah dan Dharma Wanita.

Para peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Bahkan ada beberapa yang bersedia menjadi model, agar mereka bisa tahu secara tepat yang harus dilakukan saat pemulasaran jenazah.

Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Kediri. Melly Iskandar berterimakasih dengan adanya pelatihan ini. Diharapkan nantinya akan ada petugas perempuan di pemulasaran jenazah di tiap Kelurahan di Kota Kediri.

“Petugas pemulasaran jenazah perempuan sangat sulit sekali. dengan adanya pelatihan ini, nanti harapannya bisa ditularkan untuk anggota yang lain. Sehingga masing-masing kelurahan memiliki petugas perempuan pemulasaran jenazah,” ucapnya.

Pelatihan yang digelar tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebelum masuk, peserta di cek suhu tubuh, mencuci tangan dan wajib bermasker.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca