Minggu, Desember 6, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Industri Perikanan Muncar yang Tidak Taat Protokol Kesehatan Covid di SP-1

Industri Perikanan Muncar yang Tidak Taat Protokol Kesehatan Covid di SP-1

REPORTERHariyadi

Tim Monev Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi Sasar Industri

KABAR RAKYAT – Penerapan protokol kesehatan di setiap sektor menjadi atensi utama pengawasan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi.

Monitoring dan evaluasi terus dilakukan. Tidak hanya di sektor pariwisata, pemkab juga melakukan pemantauan sektor industri perikanan di Muncar.

“Kami terus berkeliling memantau dan mengevaluasi sejumlah sektor usaha, salah satunya industri di kawasan Muncar. Kemarin kami bersama tim turun langsung untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan oleh pabrik di sana,” ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Guntur Priambodo, Rabu (5/8/2020).

Guntur menjelaskan bahwa monev ketat ini dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Apalagi saat ini kasus konfirmasi covid banyak terjadi dari kluster perkantoran yang juga menjadi perhatian gugus tugas.

“Kami tidak ingin sektor industri menjadi cluster penularan virus baru di daerah. Untuk itu evaluasi ketat kami lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi,” imbuhnya.

Guntur melanjutkan, pantauan terhadap penerapan protokol kesehatan di sektor industri dilakukan di sejumlah perusahaan cold storage dan pengalengan ikan.

Hasilnya, kata dia, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam lingkungan kerja terkait penerapan protokol kesehatan Covid 19.

“Setelah kami melihat langsung kondisi yang berlangsung di perusahaan-perusahaan di Muncar, sistem kerja para karyawan dan SOP yang dilakukan perusahaan masih ada hal yang perlu dievaluasi. Seperti pengaturan jarak aman antar pekerja,” ucap Guntur.

Atas kondisi tersebut, Gugus Tugas pun memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi yang wajib dipatuhi oleh perusahaan. Tim memberi deadline waktu satu minggu bagi pihak perusahaan untuk memenuhi rekomendasi tersebut.

Atau perusahaan akan mendapat surat peringatan pertama (SP 1) hingga evaluasi ijin usaha.

“Rekomendasi tersebut antara lain menerapkan physical distancing saat karyawan bekerja, membuat SOP (standar operasional prosedur) protokol kesehatan di perusahaan dan menyiapkan sarana prasarana,” ungkapnya.

Tim gugus tugas juga mendorong pelaku usaha agar memperhatikan kondisi alat-alat kerja termasuk peralatan ibadah yang digunakan bersama-sama.

“Kami juga meminta agar alat-alat kerja harus steril, karena kita tidak pernah tahu dari mana penularan virus. Kemudian peralatan ibadah seperti sajadah dan mukena hendaknya dibawa personal,” imbuh Guntur.

Guntur pun menegaskan dengan berjalannya new normal adaptasi kebiasaan baru penerapan protokol kesehatan menjadi lebih ketat dan kuat dibanding sebelumnya di saat pandemi.

Tidak hanya di sektor industri tapi juga oleh semua lapisan warga

”Kami keluar-masuk tempat usaha untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Intinya, ekonomi harus berjalan, kita semua harus kembali produktif, tapi juga harus optimal dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari segala macam jenis penyakit, termasuk Covid-19,” jelas Guntur.

“Kami akan terus turun melakukan monev ini ke berbagai sektor. Untuk itu, kami minta semua mulai menerapkan protokol kesehatan di lingkupnya masing-masing,” pungkas Guntur.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca