Ini Pengakuan Seorang Anak Bacok Bapak Tiri asal Tampo

  • Whatsapp
Anak bacok bapak tiri

KabarRakyat.ID – AH (25) pemuda asal Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian pasca peristiwa pembacokan ayah tirinya, AD (59). Pemicunya, lantaran AH sering terlibat cekcok karena sakit hati ditelantarkan oleh AD.

“Saya sering disia-siakan oleh orang tua tiri saya. Bahkan, rumah yang saya tempati dengan almarhum nenek saya, dijadikan kandang kambing,” aku AH saat ditanya Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Jum’at (24/1/2020).

Read More

Sebelum pembacokan, kata Arman, AD terlibat adu mulut dengan AH hingga membuat AH tersinggung dengan perkataan yang dilontarkan ayah tirinya tersebut.

“Karena tersinggung, lalu AH mengambil dua bilah clurit dari rumah saudaranya untuk menantang AD berkelahi. Clurit tersebut disabetkan AH hingga mengenai tangan dan punggung ayah tirinya,” terang Arman.

Insiden pembacokan tidak berangsur lama karena warga setempat segera melerai keduanya dan mengamankan dua bilah clurit yang dipegang AH. Setelah dilerai, AH masuk ke dalam rumahnya.

“Karena masih jengkel, AH masuk ke rumah dan memukuli televisi hingga rusak,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka AH dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP  dan 406 ayat 1 KUHP tentang Penganiyayan dan Pengerusakan dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara.

Reporter : Fattahur

Editor : Richard

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *