Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Ipuk-Sugirah Tawarkan Konsep Kolaborasi BUMDes Dihadapan Pengusaha Muda Banyuwangi

Ipuk-Sugirah Tawarkan Konsep Kolaborasi BUMDes Dihadapan Pengusaha Muda Banyuwangi

KABAR RAKYATPasangan calon bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah dalam penyampaian Visi dan Misi mengusung gagasan penguatan ekonomi pedesaan melalui menyiapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pola kemitraan diusung oleh pasangan Ipuk – Sugirah untuk membangun daya saing perekonomian tingkat Desa yang lebih smart.

Pasangan Ipuk -Sugirah mengusung konsep ketahanan ekonomi pedesaan sebagai penopang perekonomian nasional. Penyampaian gagasan besar ini disampaikan dihadapan 130 pengusaha anggota HIPMI Cabang Banyuwangi.

Acara penyampaian Misi dan Visi digelar hotel Kokoon, dihadiri langsung Hipmi Jatim dr.H. Mufti Anam.

Dalam kesempatan ini Ipuk-Sugirah mencoba memaparkan BUMDes sebagai model pengembangan ekonomi pedesaan yang dikalaborasi dengan usaha sektor pertanian sebagai bentuk konkrit ke depan.

Ipuk tak cukup hanya bermitra dengan petani. Namun hasil olahan atau produksi pertanian akan bernilai tambah ketika BUMN juga dilibatkan.

Konsep besar paslon nomor urut 02 nampaknya menarik perhatian pengusaha muda Banyuwangi. Apalagi dalam pemaparan-nya, Ipuk memberikan ruang yang begitu luas kepada anggota HIPMI Banyuwangi.

Acara yang dipandu ketua HIPMI Banyuwangi Dede Abdul Ghani cukup lugas dan menangkap pesan paslon nomor urut 02. Terlebih ketika menjawab pesoalan ekonomi di tengah pandemi yang menjadi tantangan berat di setiap daerah.

” BUMDes sebagai bagian strategis dari penggerak ekonomi di Desa. Maka perlu sebuah dukungan yang lebih nyata. BUMDes akan menjadi mitra petani untuk menumbuhkan wirausaha. Badan yang dikelola oleh masyarakat Desa ini akan menjadi aset dalam penguatan ekonomi tingkat lokal. HIPMI bisa ambil bagian untuk berkontribusi dari hasil produk BUMDes dengan akselerasi yang lebih luas”, beber Ipuk Fiestiandani, Rabu (21/10/2020).

Pasangan nomor 02 mengapresiasi sejumlah BUMDes, contohnya pendampingan BUMDes Muncar dalam pengelolaan sampah laut, yakni STOP (Stopping The Tap on Ocean Plastic) yang bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah (nongovernment organization/NGO) dunia dari pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria, Systemiq.

” Hasil daur ulang limbah bisa menjadi solusi dalam penanganan kemiskinan selain upaya meningkatkan kualitas sumberdaya alam di Banyuwangi”, jelas Ipuk.

Potensi Sumberdaya Banyuwangi menjadi modal besar dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia khususnya ditingkat Desa.

Sinergitas dan kolaborasi yang lebih konkrit menjadi prioritas pasangan Ipuk -Sugirah.

Sektor permodalan juga menjadi perhatian Ipuk dalam percepatan sektor usaha Pedesaan khusus modal petani. Dukungan HIPMI menjadi penting dalam berbagi peran, pintanya.

Atmosfir di ball room hotel Kokoon membuat ratusan pengusaha muda Banyuwangi optimis dengan penyampaian misi dan visi paslon nomor urut 02. Tepuk tangan pun menggema tak kala pasangan Ipuk-Sugirah mengakhiri materi.

Rony pengusaha real estate mengaku reapek dengan visi dan misi pasangan nomor urut 02. Alasan-nya, konsep yang dibangun cukup logis dan bisa diterima oleh semua kalangan.

” Konsep-konsep ke depan yang ingin kita dengar dari masing-masing paslon. Dan tentunya yang masuk akal dan bisa direalisasikan dengan kondisi saat ini. Pemimpin yang solutif dan bisa bekerja cepat,akuntable akan kita pilih. Pasangan Ipuk -Sugirah lebih konkrit dalam menggambarkan prospek ekonomi ke depan,” ungkap Rony.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca