Jumat, November 27, 2020
Beranda EKONOMI Jatim Fair Virtual 2020 Gubernur Jatim Dorong Transformasi Digital UMKM

Jatim Fair Virtual 2020 Gubernur Jatim Dorong Transformasi Digital UMKM

KABAR RAKYAT – Pameran Jatim Fair Virtual Tahun 2020 telah dimulai,(22/10). Berbeda dengan tahun sebelumnya, pameran Jatim Fair rangkaian Hari Jadi ke-75 Provinsi Jawa Timur 2020 dikemas offline selama tiga hari (22-24 Oktober) dan online atau virtual selama lima hari (22-26 Oktober).

Bertema ‘Transformasi Digital untuk Pemulihan Ekonomi’, konsep Jatim Fair Virtual 2020 terselenggara dengan komposisi 20 persen offline dan 80 persen online.

Konsep offline melalui kegiatan Business to Business (B to B) dan diperuntukkan bagi undangan, yang merupakan para reseller Tokopedia yang terpilih memenuhi syarat kesehatan dan ekonomi.

Baca : Ribuan Penerima BST Terhapus Berikut Penjelasan Dinsos Sampang

Sedangkan konsep online melalui kegiatan Business to Consumer (B to C) yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Kegiatan Online bisa diikuti dengan dua cara, yakni bekerjasama dengan marketplace Tokopedia dan juga website www.jatimfair.com.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut, pelaksanaan Jatim Fair Virtual Tahun 2020 secara virtual ini bukan hanya karena masih pandemi Covid-19. Namun, menjadi bentuk terobosan transformasi digital menjadi keharusan bagi para pelaku ekonomi terutama UMKM.

“Transformasi digital suatu keharusan saat ini. Jack Ma, co-founder Alibaba saat forum WTO tahun 2018 lalu sudah memprediksi Tahun 2030, 99 persen pelaku UMKM dunia akan melakukan perdagangan secara online. Semua melakukan literasi digital, jika tidak usaha akan tertinggal,” kata Khofifah saat pembukaan Jatim Fair Virtual Tahun 2020 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (22/10).

Baca : Kampung Roti Banyuwangi Antusias Sambut Program UMKM Naik Kelas ala Ipuk Fiestiandani

Kata Khofifah, proses literasi digital terutama untuk pelaku UMKM harus sesegera mungkin dilakukan secara masif. Ia mengajak segenap stakeholder dari KADIN, Bank Indonesia, OJK, sampai lembaga perbankan termasuk Bank Jatim dan Bank UMKM untuk terus mendorong pelaku UMKM Jatim bertransaksi secara online maupun melalui marketplace yang ada.

“Kami butuh support luar biasa dari semua pihak baik government maupun private sector untuk terus bersama-sama membangun kolaborasi dan sinergi mendorong pelaku UMKM Jatim masuk dalam e-commerce maupun melalui marketplace,” katanya.

Transformasi digital bagi pelaku UMKM ini menjadi penting karena UMKM merupakan basis perekonomian Jawa Timur. Dimana UKM/IKM memberikan kontribusi terhadap PDRB Jawa Timur pada tahun 2019 sebesar 56,94% atau menyumbang Rp. 1.339,47 Triliun dari total PDRB Jawa Timur tahun 2019 yang sebesar Rp. 2.352,42 Triliun.

Baca : Dewan Pers Ajak Media Banyuwangi Berikan Informasi Yang Sehat di Pilkada

Pemprov Jatim, lanjutnya, terus melakukan penguatan kelembagaan, pembiayaan, SDM, produk dan pemasaran untuk mempercepat pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM. Diantaranya dengan menjaga agregat demand perekonomian Jawa Timur.

Yakni pertahankan basis Konsumsi masyarakat melalui penyaluran program Social Safety Nett, fasilitasi permodalan melalui program DAGULIR, KUR dan CSR/PKBL, Program OPOP (One Pesantren One Product), serta memfasilitasi UMKM untuk dapat mengakses bakat talent yang ada di Millenial Job Center (MJC).

Kesempatan ini dilakukan penandatanganan kerjasama secara virtual antara pelaku UMKM Jatim dengan berbagai diaspora yang ada di berbagai negara. Seperti KADIN Jatim dengan Diaspora Mesir dan Tiongkok, kemudian UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim dengan Diaspora New Zealand dan Taiwan.

Baca : PLN Peduli, Bantu Bibit Lobter dan Kerapu ke Pengerambah

Serta, UKM binaan Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim dengan Diaspora Tiongkok. Penandatanganan ini turut disaksikan secara virtual oleh Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan.

Penandatanganan kerjasama ini disambut baik oleh Khofifah. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari membangun konektivitas dan jejaring untuk terus mendorong pemasaran produk UMKM Jatim di berbagai negara melalui jaringan yang dimiliki diaspora.

“Saya berharap ini akan menjadi terobosan kita untuk dapat membuka pasar baru di mancanegara bagi produk-produk UMKM Jatim sekaligus menjadi motivasi dan penyemangat agar ekonomi kita terus bangkit,” ungkapnya.

Baca : Kejaksaan Trenggalek Selesaikan Kasus Penganiayaan Dengan Restoratif

Jatim Fair Virtual 2020 ini diikuti oleh 115 peserta dengan jumlah stand 124 booth yang terdiri dari Kabupaten/ Kota di Jawa Timur, BUMN, BUMD, Swasta serta OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir Ketua Dekranasda Jatim, Sekdaprov Jatim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, serta disaksikan secara virtual oleh beberapa Konjen serta Bupati/Walikota se-Jatim.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca