Sunday, October 25, 2020
Home JATIM Jatim Konsisten Screening dan Tracing, Positif COVID-19 Tersisa 5.56 Persen

Jatim Konsisten Screening dan Tracing, Positif COVID-19 Tersisa 5.56 Persen

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Provinsi Jawa Timur konsisten melakukan testing untuk screening dan tracing guna cegah penyebaran COVID-19. Bahkan penggunaan alat rapid test baik antibody maupun antigen tembus 1.005.807 test.

Dari jumlah tersebut, ditemukan 84.436 kasus yang reaktif dan ketika di follow up dengan menggunakan PCR ditemukan 15.247 kasus positif COVID-19.

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur karena Jatim terus konsisten untuk melakukan screening dan tracing massif.

Bahkan, berkat keagresifan screening dan isolasi yang dilakukan telah membantu menurunkan penularan COVID-19, sehingga kasus aktif COVID-19 hari ini di Jawa Timur tinggal 5,56 persen per tanggal 17 Oktober 2020.

“Jawa Timur terus konsisten melakukan screening dan tracing massif. Saat ini Jatim berkontribusi terhadap hampir sepertiga temuan kasus COVID-19 di Jawa Timur. Agresifitas ini mampu turunkan kasus aktif COVID-19. Hari ini di Jatim tinggal 5,56 persen,” terang Khofifah saat kunjungan di Pacitan, Minggu (18/10).

Khofifah menjelaskan, screening di Jawa Timur utamanya difokuskan pada lokasi yang beresiko tinggi maupun kontak erat pasien positif COVID-19.

Ditambahkan, selain operasi Yustisi yang sangat efektif meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan. Screening, tracing dan isolasi ini juga cukup efektif dilaksanakan di Jawa Timur.

Baca :

“Apresiasi tinggi kepada masyarakat Jatim yang patuh dan bersedia di screening dan isolasi. Juga terimakasih TNI, Polri, Nakes dan Relawan telah bekerja keras. Dari 385.666 kontak erat yang ditemukan, hanya 66 orang menolak diisolasi dan pemeriksaan,” urai mantan Mensos RI ini.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, meskipun adanya tren yang menggembirakan dalam penurunan COVID-19. Dirinya, juga terus mengingatkan agar protokol kesehatan harus terus di patuhi dan masyarakat tidak perlu takut untuk dilakukan screening.

Meski Jatim sudah terbebas dari Zona Merah, namun COVID-19 di Jatim masih belum berhenti penyebarannya, karenanya jangan sampai kendor untuk patuh protokol kesehatan.

“Kerjasama antara Pemerintah, TNI, Polri, Nakes dan masyarakat di Jatim yang menunjukkan hasil yang baik ini harus terus di pertahankan sambil menunggu vaksin yang diberikan untuk masyarakat,” urai Khofifah.

Apresiasi Pacitan Sebagai Salah Satu Kabupaten Dengan Jumlah Kasus Penyebaran Dan Kematian Covid-19 Terendah .

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan apresiasi pada Kabupaten Pacitan sebagai daerah dengan jumlah kasus penyebaran dan kematian Covid-19 terendah di Jatim.

Dimana, berdasarkan data per tanggal 17 Oktober total kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 178 orang. Dengan kasus aktif 40 orang, sembuh 134 orang, dan meninggal 4 orang, sehingga mortality rate nya hanya 2,25 persen.

“Ketertiban dan kedisiplinan masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga kasus penyebaran maupun kematian Covid-19 di Pacitan termasuk yang rendah di Jatim,” pungkas Khofifah.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca