Jelang Festival Bupati Ngunduh Mantu, Pemkab Trenggalek Mengisbath Nikahkan 260 Pasutri Hasil Pernikahan Sirri

  • Whatsapp
Sidang Isbath Trenggalek

KabarRakyat.ID – Masih banyaknya pasangan suami istri (pasutri) yang belum memiliki buku nikah, Pemkab Trenggalek menggelar sidang isbath nikah bagi pasutri yang masih menikah di bawah tangan atau nikah sirri, di aula Kantor Kecamatan Dongko, Kamis (27/02/2020).

Sebanyak 145 pasutri dari Kecamatan Dongko yang mengikuti prosesi sidang isbath nikah yang dipimpin langsung Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Trenggalek, Habib Sholehuddi, mewakili Bupati yang berhalangan hadir itu.

Read More

Habib mengatakan, kegiatan tersebut digelar secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi yang berwenang. Di antaranya, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, KUA, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Baznas Trenggalek.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka mempersiapkan prosesi kegiatan Festival Bupati Ngunduh Mantu yang akan digelar pada 8 Maret nanti di pendopo,” kata Habib kepada KabarRakyat.Id.

Dikatakannya, seluruh peserta isbath nikah itu telah melalui serangkaian pemeriksaan persyaratan administrasi. Selain itu, mereka juga menyiapkan saksi untuk menyampaikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Agama Trenggalek.

Sidang Isbath Trenggalek1
Peserta sidang Isbath di Kemenag Trenggalek

“Jumlah total pasutri yang akan diunduh mantu nanti sejumlah 260 pasangan. Dengan rincian, hari ini tanggal 27 Februari 2020 sebanyak 145 pasangan yang diisbath nikah. Kemarin tanggal 26 Februari 2020, sebanyak 115 pasangan. Jadi jumlah total nanti ada 260 pasangan yang akan dinikahkan massal dan akan mendapatkan buku nikah secara gratis,” jelas Habib menegaskan.

Diakuinya, pengesahan status perkawinan itu sengaja dilakukan oleh pemerintah daerah karena dilatarbelakangi masih banyaknya pasutri yang melakukan pernikahan sirri tanpa pencatatan di KUA.

“Dengan diisbathkan, pasangan yang sudah lama hidup bersama tersebut nantinya pernikahannya akan resmi tercatat dan diakui oleh negara,”  pungkasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Habib, dengan memperoleh dokumen resmi dari negara berupa buku nikah maka mereka tidak akan kesulitan untuk mengurus dokumen-dokumen keluarga lainnya.

Sekadar diketahui, isbath nikah merupakan pengesahan dan pencatatan pernikahan resmi bagi mereka yang menikah di bawah tangan. Namun mereka sudah lama hidup berkeluarga, bahkan sudah memiliki anak dan masih belum terdaftar secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).

Reporter: Rudi

Editor: Rony DE

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *