Jesse Ewart Rebut Tahta Yellow Jersey Dari Tangan Batmunkh Pada Etape 2

96 views
Tour de Banyuwangi Ijen Etape 2

Juara Etape 2 balap sepeda, Internasional Tour de Banyuwangi Ijen.

Balap Sepeda Tour de Banyuwangi Ijen 2019

KabarRakyat.ID – Persaingan antar rider untuk menjadi jawara di Etape 2 (dua) kejuaraan balap sepeda Internatioal Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI) 2019 semakin ketat, Rabo, 26/9/2019.

Kali ini, Etape kedua, pembalap asal Australia Jesse Ewart, Team Sapura Cycling unjuk gigi dan berhasil menjadi pembalap tercepat memasuki garis finish.

Ewart memulai start dengan baik hingga finish pertama dengan catatan waktu 6 jam 37 menit 48 detik. Alhasil ia sukses merebut Yellow Jersey dari tangan Maral Erdene Batmunkh yang sebelumnya menduduki juara satu di etape pertama.

Menurut Ewart, ITDBI merupakan salah satu kejuaraan balap sepeda yang memiliki tantangan cukup berat. Belum lagi persaingan antar rider yang cukup ketat. Sehingga membutuhkan taktik dan kekuatan yang ekstra.

“Tantangannya cukup berat. Namun saya merasa senang karena dalam kejuaraan ini saya disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah,” ungkap Jesse Ewart saat naik podium, Kamis (26/9/2019).

Sementara Batmunkh yang finish di urutan kelima, ia mengaku cukup puas meski gagal mempertahankan Yellow Jersey. “Saya cukup puas dengan perolehan saya di etape kedua. Meski kehilangan Yellow Jersey, tapi saya masih dapat mempertahankan Green Jersey sebagai raja sprinter,” kata Batmunkh.

Pada etape kedua ini, Polkadot Jersey dan Red and White Jersey tidak berubah. Pembalap asal Spanyol, Marcos Garcia Fernandes yang tergabung dalam Kinan Cycling Team berhasil mempertahankan namanya sebagai raja tanjakan. Begitu pula dengan Selamet Juangga dari KFC Team masih kokoh menyandang juara sebagai pembalap Indonesia terbaik.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo menyampaikan, memang di etape kedua start dari Pantai Pancur Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo dengan jarak tempuh sepanjang 148,2 kilometer para rider dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat.

“Beberapa spot di etape kedua ini memang cukup berat, ada beberapa tanjakan yang cukup tinggi seperti di Segobang dan Pakel, Kecamatan Licin. Belum lagi pengaruh angin dan cuacanya yang cukup menyengat. Saya tadi lihat, banyak rider yang kehabisan tenaga,” kata Guntur.

Menurut Guntur, di etape kedua ini butuh pembalap yang memiliki tipikal all round atau serba bisa, sehingga mampu menguasai medan.

Sementara untuk etape ketiga dengan jarah tempuh sepanjang 109,2 kilometer Jum’at (27/9/2019) besok, start dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi dan finish juga di depan Kantor Pemkab Banyuwangi ini merupan pertarungan bagi para sprinter untuk adu kecepatan.

“Kemungkinan, saya memprediksi posisi Green Jersey untuk best sprinter akan berubah,” cetus Guntur.

Disinggung soal tim Banyuwangi Road Cycling Team (BRCC), kata Guntur, pihaknya optimis tim asal Banyuwangi ini mampu bersaing sehingga mampu masuk 10 besar.

Reporter : Fattahur

Editor : Rony DE

banner 970x90









Loading...

#Banyuwangi #internasional tour de banyuwangi ijen #ITdBI 2019

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply