Joni Wahyuhadi : Intervensi Kampung Tangguh di Surabaya Raya, Positif

  • Whatsapp
Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim Joni Wahyuhadi

KABAR RAKYAT – Langkah pengendalian virus corona atau covid-19 di seluruh Jatim terus dilakukan, termasuk Surabaya Raya. Salah satunya melalui Kampung Tangguh yang telah didirikan di berbagai daerah di Jatim.

Kampung Tangguh merupakan role model yang bisa diaplikasi di mana saja bahwa solidaritas sosial dan modal sosial akan menjadi kekuatan yang besar bagi kita untuk bersama-sama membangun komitmen, menghentikan penyebaran covid-19

Read More

“Support, edukasi dan isolasi itu sudah dirupakan menjadi Kampung Tangguh. Kalau di Surabaya dinamakan Kampung Wani, di Tulungagung dinamakan Kampung Semeru,” ujar Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim Joni Wahyuhadi saat update Covid-19, di Grahadi Surabaya, Selasa (10/6) malam.

Menurutnya, Kampung Tangguh itu merupakan pengendalian covid-19 berbasis kampung baik di tingkat RT, RW, maupun desa. Dengan berbasis pada RT, RW, Desa inilah, penyebaran covid-19 bisa dikendalikan.

Lebih lanjut disampaikannya, jika dilihat grafiknya, Kampung Tangguh sudah mulai  berhasil menurunkan, paling tidak melandaikan penyebaran covid-19. Kampung Tangguh Wani Jogo Surabaya maupun Kampung Tangguh Semeru terbukti intervensi berbasis komunitas ini efektif terhadap pengendalian covid-19.

Intervensi Kampung Tangguh di Surabaya Raya berdampak pada penurunan atau pelandaian kasus positif pasien dalam pemeriksaan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Dicontohkan, Kampung Tangguh Wani Jogo Surabaya yang berhasil menurukan seperti di Wonokromo, Pakis Sawahan, Rangkah Tambaksari, Manukan Kulon Tandes, Kedung Baruk Rungkut, dan Jajar Tunggal Wiyung.

Sedangkan Kabupaten Gresik terdapat Kampung Tangguh di Desa Bringkang, Desa Petiken, dan Desa Kepuh Klagen yang berhasil.

Untuk Kampung Tangguh pada Kabupaten Sidoarjo yang berhasil diantaranya Desa Kepuh Kiriman Waru, Desa Kedungrejo Waru, serta Desa Wage Taman.

“Semuanya tujuannya adalah untuk mengisolasi, mensupport pasien yang teridentifikasi karena testing yang telah dilakukan,” jelas Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *