Jual Burung Jalak Suren Via Online Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Dedy TSK
Dedy TSK

Tersangka Dedy Sofyan

KABARRAKYAT.ID – Gara-gara menjual burung Jalak Suren lewat akun Facebook, Dedy Sofyan (23) warga Dusun Gunung remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro ini ditangkap polisi di sekitaran SPBU Farly Ketapang, Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista Wijaya mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari salah seorang pemilik akun facebook [email protected] yang menjual satwa dilindungi berupa burung jenis Jalak Suren (Gracupica Contra) yang dijual seharga Rp. 600 ribu.

Read More

Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah anggota menyamar sebagai pembeli. “Petugas yang menyamar sebagai pembeli melakukan percakapan dan bertransaksi melalui akun Facebook. Keduanya sepakat bertemu di sekitaran SPBU Farly. Selanjutnya, ketika mereka melakukan transaksi itulah pelaku kita sergap beserta barang buktinya diamankan petugas,” kata Kasat Reskrim, Selasa (14/8/2018).

Kemudian, pelaku langsung diamankan berikut barang buktinya ke Mapolres Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga:

Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku mendapatkan burung Jalak Suren tersebut dari seseorang yang berasal dari Kabupaten Probolinggo yang juga di posting di Grup Tertutup Forum Jual Beli Banyuwangi pada hari Jum’at (27/7/2018).

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah sangkar berisi burung Jalak Suren, uang tunai Rp.600 ribu dari hasil transaksi penjualan, satu unit handphone Samsung J2, dan screenshot bukti transaksi penjualan online melalui Facebook.

Setelah dilakukan penangkapan, selanjutnya pelaku dikenai sanksi wajib lapor setiap dua kali seminggu. “Pelaku tidak kita lakukan penahanan, hanya kami kenakan wajib lapor setiap dua kali seminggu,” terang Kasat.

Apabila pelaku kedapatan mengulangi perbuatan yang sama, imbuh Kasat, pelaku akan ditangkap dan dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 Juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Reporter: Fattahur

Editor: Coi/Choiri



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *