Kabupaten Banyuwangi Tambah Dua Perda Pengendalian Pencemaran Air dan Pelestarian Warisan Budaya

  • Whatsapp
Kabupaten Banyuwangi Tambah Dua Perda Pengendalian Pencemaran Air dan Pelestarian Warisan Budaya
Kabupaten Banyuwangi Tambah Dua Perda Pengendalian Pencemaran Air dan Pelestarian Warisan Budaya

BANYUWANGI – Setelah melalui pembahasan dan proses fasilitasi Gubernur Jawa Timur. Dua Raperda, yakni Perubahan Perda No. 3 tahun 2011 tentang Pengendalian Pencemaran Air, dan Raperda Pelestarian Warisan Budaya dan Adat Istiadat Banyuwangi, resmi jadi produk hukum baru.

Melalui paripurna di DPRD, dipimpin Wakil Ketua DPRD, H.M Joni Subagio,SH.MH, yang dihadiri Bupati, H Abdullah Azwar Anas, M.Si, Wakil Bupati,Yusuf Widyatmoko,S.Sos, Sekretaris Daerah, Drs. Djadjat Sudrajat,M.Si, Jajaran Kepala SKPD,Camat dan Lurah Se Banyuw angi,pekan kemarin (10/11/2017).

Raperda perubahan Perda No 3 tahun 2011 tentang Pengendalian Pencemaran Air, merupakan langkah yang sangat strategis, dalam rangka mengisi kekosongan hukum, sekaligus mengakomodir kepentingan dan kemaslahatan masayarakat Banyuwangi, khususnya terhadap keberadaan Sumber Daya Air.

Esensi Perbahan Perda pengendalian Pencemaran Air adalah penyesuaian dan penajaman beberapa Pasal yang diarahkan untuk berdayanya Peraturan daerah dimaksud, secara makro.

Isi Raperda Pelestarian Warisan Budaya dan Adat Istiadat di Banyuwangi memiliki esensi, bentuk kritalisasi nilai-nilai luhur. Menghadapi Era transformasi informasi makin canggih dan cepat membawa arus asimilasi budaya yang sulit dikendalikan, dikhawatirkan mengerus nilai-nilai kearifan lokal, termasuk degradasi moral dan bergesernya nilai budaya yang semakin melunturkan identitas diri masyarakat Banyuwangi.

Lahirnya Perda ini sebagai regulasi memberikan ruang kepada Pemerintah daerah dan masyarakat melakukan upaya pelestarian adat dan budaya Banyuwangi.

Reporter : Hariyadi

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *