Minggu, Januari 17, 2021
Beranda JATIM LUMAJANG 'Kaca Mata Hidup' Abang Becak dan Supir Panggilan Tetap Optimis di Tengah...

‘Kaca Mata Hidup’ Abang Becak dan Supir Panggilan Tetap Optimis di Tengah Pandemi

REPORTERUlum Subekti

KABAR RAKYAT – Tetap menekuni profesi apapun, termasuk menjadi Abang Becak dan Supir Panggilan. Sekelumit cerita Suwandi dan Kholik yang konsisten dengan profesinya meski pandemi Covid-19 kapan akan berlalu.

Abang becak Suandi bersama rekan seprofesi di kawasan Jalan Embong Lumajang misalnya, tetap bertahan karena sudah tak lagi memiliki kemampuan lain selain kerja kasar mengayuh becaknya. Yang perlu tahu, para Abang Becak ini ‘Tetap Setia Menunggu Penumpangnya Datang’.

Abang Becak bernama Subandi (54) warga Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung Lumajang ini. Selama pandemi Covid-19 pendapatan dari jasa mengayuh becak jauh turun drastis. Untuk menyiasati pulang ke rumah membawa hasil, selain berprofesi Abang Becak, dia kerja serabutan diminta tolong warga.

“Yang penting halal, kadang disuruh warga tempat mangkal bersih-bersih rumahnya. Bahkan saya tidak segan menawarkan jasa dan kuli bangunan. Paling penting, keluarga saya di desa bisa makan,” ungkap Suwandi yang menekuni Abang Becak sudah belasan tahun lamanya.

Disinggung soal bantuan, Suwandi mengaku semua Abang Becak yang mangkal di terminal MPU ini dapat bantuan beras. “Dua kali kami dapat bantuan beras. Tapi setelah itu belum ada lagi,” ungkap Suwandi.

Senada diungkapkan Abang Becak bernama Kholik (55) warga Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono. Dulunya, Kholik pernah berprofesi sopir angkutan umum. Ia terpaksa berhenti karena penghasilannya tidak cukup dibawa pulang. “Dapat uang, tapi habis operasional dan setoran angkutan umum,” ungkapnya.

Untuk menghidupi keluarga, Kholik bekerja serabutan dan kadang menjadi sopir panggilan. “Bersyukur, penghasilannya selama ini yang sering dapat dari sopir panggilan. Kalau ke luar kota upahnya lumayan. Dikumpulkan untuk kebutuhan rumah dan anak sekolah,” pungkas Kholik.

Inilah sebuah ‘Kaca Mata Hidup’ yang tetap ada dilingkungan kita tinggal, berkerja dan bermasyarakat. ***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca