Kades Bayu Sugito Pasang Badan Demi Warganya Mendapat Tanah Program TORA

  • Whatsapp
Program TORA Kades Bayu
Kepala Desa Sugito (tengah songkok hitam), didampingi Panitia Pengkuran Tanah program TORA dusun Sambungrejo

KabarRakyat.ID – Demi membela ribuan warganya untuk mendapatkan tanah lewat pembebasan lahan melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), Sugito, Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi siap pasang badan demi keadilan. Hal itu dikatakan, dirumahnya, Sabtu (1/2/2020) sore.

Demi penduduk Dusun Sambungrejo, yang berjumlah 2.180 jiwa atau 700 KK (kepala keluarga). Kepala Desa Bayu, Sugito banyak mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Jakarta, yang telah mewujudkan impian wong cilik. Karena lewat program TORA ini, pemerintah pusat memberikan impian wong cilik terwujud.

Read More

“Benar kami sangat berterimakasih, dengan Pak Presiden Jokowi (Joko Widodo),” kata Sugito kepada KabarRakyat.ID.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan peraturan lewat Keputusan  Menteri  Lingkungan  Hidup  dan  Kehutanan  Nomor  SK. 180/Menlhk/Setjen/kum.1/4/2017  yang memuat  sejumlah  prosedur  dan persyaratan  pelepasan kawasan  hutan.   Sedangkan  bila  terjadi  sengketa kepemilikan  di  kawasan tersebut,  maka  harus dirujuk  Peraturan  Presiden  Nomor  88  Tahun  2017  tentang  Penyelesaian  Penguasaaan  Tanah dalam Kawasan Hutan.

Terkait soal diminta keterangan oleh Reskrim Polsek Songgon, Sugito menegaskan, tidak menjadi soal. Dirinya sudah menunjuk pendampingan hukum dari LBHNU. Selain itu, dirinya tidak akan tinggal diam. Termasuk akan membela perangkat desanya setingkat Rukun Tetangga (RT) dan Panitia Pengukuran Tanah program TORA dari hal-hal yang berkait dengan Laporan Polisi atas nama Heri Sukarnaini, dugaan Penipuan atau Penggelapan.

Sugito meyakini, bahwa sejumlah RT dan Panitia Pengukuran Lahan program TORA berkerja dengan transparan. Sesuai kesepakatan bersama tidak ada yang ditutup-tutupi. Termasuk kesepakatan pembiayaan melibatkan swadaya masayrakat.

Program TORA Laska Hijau Lukman Hakim
Lukman Hakim, Relawan dari Laskar Hijau bersama wartawan KabarRakyatID.

“Masyarakat Sambungrejo saat akan menerima program TORA, telah mendapat sosialisasi dari beberapa pihak. Termasuk Sony T. Danaparamita yang sekarang jadi anggota DPR RI, sekira bulan Oktober 2019 mendapat sosialiasi langsung dari Kantor Staf Kepresidenan RI, Usep Setiawan, dan dari KLHK Wito Laros dan dari lembaga ARUPA (aliansi relawan penyelamat alam) Edy Janpes serta jajaran pemerintah kabupaten Banyuwangi,” pungkas Sugito.

Terpisah, KabarRakyatID juga mewawancarai, Lukman Hakim, seorang Relawan dari Laskar Hijau, selaku lembaga yang getol mendampingi masyarakat pinggir hutan. Termasuk mengawal program Perhutanan Sosial (PS) dan program TORA di wilayah Banyuwangi.

Program PS dan TORA di Banyuwangi, adalah program bagus dan menguntung bagi masyarakat kecil untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan. Harapannya, program tersebut tidak diganggu ataupun diintervensi sehingga segera bisa terwujud dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Terkait laporan kepolisian di Polsek Songgon, Lukman Hakim enggan berkomentar. Namun jika diamati ada ketidaksingkronisasi antara pemerintah pusat dengan penegakan hukum dibawah. Sehingga terjadi miss komunikasi.

“Kami berharap semua pihak bisa singkronisasi dan paham soal program PS maupun program TORA,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Ratusan orang mengiring Sugito, Kepala Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, ke Reskrim Polsek Songgon yang hendak diminta keterangan seputar program Tanah Obyek Revorma Agraria (TORA), kemarin, Jum’at (31/1) pagi.

Warga Desa Bayu, mengaku sebagai anggota Fatayat dan Ansor, Ranting Bayu. Mereka datang ke Polsek Songgon bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada pemimpinannya, Sugito, Kepala Desa Bayu.

Reporter: Eko/Jaenudin

Editor: Choiri

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *