Kapolres Sampang Release Penangkapan Dua Oknum Anggota LSM KPK RI – BP3RI

  • Whatsapp

Press Release polres Sampang terakit oknum LSM

KABAR RAKYAT – Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz release pengungkapan OTT dua oknum LSM yang tersangkut dugaan pemerasan, saksi korban rekanan Pokmas dalam proyek hibah pemerintah di Mapolres setempat, Selasa (23/2).

Dua oknum anggota LSM di Sampang, kini ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Sampang, Madura, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Diberitakan, dua tersangka terjaring OTT Polisi Sampang atas dugaan pemerasan rekanan Pokmas. Mereka diamankan dari sebuah Warung Kopi di kawasan Jalan Makboel Kelurahan Polagan, Sabtu 20 Februari 2021 sekitar pukul 22.00 Wib.

Adapun Identitas para TSK, Ungkap Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz saat Press Release, mereka berdua memiliki id card LSM BP3RI dan KPK RI. Antara lain; inisial AH (38), Jl. Pahlawan Gg. V Kelurahan Rong Tengah, Sampang. Berikutnya, R (42) Warga Mandangin Desa Aeng Sareh, Sampang.

“Sedang, saksi korban merupakan pemborong proyek bernama Asbi (39) Warga Dusun Temor Leke Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan, Sampang,” ungkap AKBP Abdul Hafidz, Selasa (23/2/2021).

Tindakan pemerasan para tersangka, lanjut AKBP Abdul Hafidz, berawal pada hari, Sabtu 13 Februari 2021, korban mendapatkan Informasi bahwa Proyek saluran air tahun 2019 di datangi tersangka.

Selanjutnya korban menghubungi tersangka untuk melakukan komunikasi, apabila ada temuan tidak usah menghubungi Ketua Pokmas yang mengerjakan proyek, cukup berhubungan dengan korban.

“Kemudian terjadi sebuah komunikasi antara korban dengan tersangka, yang mana tersangka mengancam korban akan melaporkan permasalahan tersebut kepada pihak berwenang. Apabila tidak mau dilaporkan maka korban harus menyerahkan uang senilai 100 juta rupiah kepada tersangka,” jelasnya.

Atas ancaman tersangka tersebut, masih kata AKBP Abdul Hafidz, korban merasa takut. Pada hari, Sabtu 20 Februari 2021 sekira pukul 22.00 wib, tepatnya di Cafe Kenkaro Jalan Makboel, Kelurahan Polagan, korban menemui tersangka dan tersangka pada waktu itu menerima tawaran korban yaitu korban menyerahkan uang sebesar 40 juta rupiah.

“Karena korban tidak membawa uang 40 Juta Rupiah sehingga korban hanya memberikan uang sebesar 19 Juta 400 Ribu Rupiah sedangkan sisanya akan di lunasi keesokan harinya, apabila tidak dilunasi tersangka tetap akan melaporkan kepihak berwenang,” ujarnya.

Merasa terancam dan kawatir serta takut terjadi sesuatu, Tambah Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang korban meminta di dampingi petugas Kepolisian Sampang

Di Cafe itu, korban menyerahkan uang sebesar 19 juta 400 ribu rupiah itu kepada tersangka dan diterima oleh tersangka.

Melihat tersangka melakukan pemerasan dan pengancaman kepada korban akhirnya petugas melakukan pengamanan terhadap tersangka serta barang bukti dan dibawa ke Polres Sampang untuk penyelidikan dan penyidikan.

Berikut barang bukti diamankan, papar Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang, yakni uang tunai 19 juta 400 ribu rupiah, 1 unit HP merk Vivo SIM Card XL, kantong plastik hitam, 1 unit HP Nokia Type X6, 4 kartu LSM milik tersangka R, 1 kartu LSM milik tersangka AH, 1 HP Iphone XS, 6 lembar Screenshot percakapan para tersangka dan korban.

Modus tersangka mencari keuntungan sedangkan motifnya melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap korban. Apabila korban tidak memberikan uang kepada tersangka maka Proyek saluran air tahun 2019 dilaporkan ke pihak berwenang.

“Atas perbuatannya tersangka disangkakan dengan pasal 368 ayat 1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman 9 Tahun penjara”tandasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *