Tuesday, October 27, 2020
Home BERITA Kapolresta Banyuwangi Serukan Warga Banyuwangi Wajib Masker Daripada Kena Sanksi

Kapolresta Banyuwangi Serukan Warga Banyuwangi Wajib Masker Daripada Kena Sanksi

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Menyusul kabupaten Banyuwangi ditetapkan zona merah oleh Gugus Tugas Covid -19 Kapolresta Banyuwangi mengajak masyarakat untuk kembali wajib ke akan masker.

Penyebaran virus corona di Kabupaten Banyuwangi menunjukan trend kenaikan yang cukup tinggi dalam dua pekan terlahir.

Tingginya jumlah pasien positip pada dua pekan terakhir di Kabupaten Banyuwangi menjadi keprihatian bersama. Untuk tindakan pecegahan Kapolresta Banyuwangi kembali menghibau masyarakat bumi Blambangan untuk taat dan tertib protokol kesehatan.

Himbauan Kapolresta Banyuwangi bukan tanpa alasan. Sebab Banyuwangi sebelumnya Zona aman oranye pada hari ini statusnya berubah menjadi zona merah.

“Melihat kondisi status terbaru ( Zona merah), perlu tindakan bersama dalam memutus rantai penyebaran virus corona. Salah satu bentuk rekomendasinya yakni kembali disiplin mengenakan masker dan penegakan protokol kesehatan di semua lini,” tegas Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifuddin, S.H, S.I.K, M.H, Jumat (4/9/2020).

Wajib masker kata Kombes.Arman, merupakan alat proteksi diri yang efektif dan aman dari ancaman penyebaran virus corona. Dengan perbandingan jika mengenakan masker tingkat resiko lebih aman dibandingan tidak menggunakan masker.

Untuk memastikan warga tertib protokol kesehatan dengan wajib masker Kapolresta Banyuwangi kembali melakukan himbauan diawali dari Kampung Tangguh Kelurahan Kertosari, Kecamatan Kota Banyuwangi.

” Wajib masker akan kami gelar melalui operasi penegakan protokol kesehatan melibatkan TNI, satpol PP, dinas kesehatan. Ada sanksi yang akan dijatuhkan bila warga melanggar melalui teguran keras hingga denda. Penerapan protokol kesehatan di institusi, perusahaan swasta wajib diselenggarakan dan ada supervisi nantinya. ujar Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin.

“Kesadaran masyarakat ini diperlukan untuk sama-sama memutus rantai penyebaran virus covid -19. Pandemi yang tidak segera berakhir akan mengganggu perekonomian maka itu perlu dukungan semua masyarakat,” jelas Kapolresta Banyuwangi.

Kombes. Arman Asmara meminta dukungan semua komonitas di semua level untuk sadar dan fokus melawan pandemi covid -19. Tugas memutus rantai penyebaran virus corona bukan ditangan TNI/Polri dan satgas Covid -19. Akan tetapi semua komponen bangsa bertugas memerangi pandemi Covid -19.

” Hanya kesadaran masyarakat yang bisa menghentikan pandemi covid -19. Tindakn yang wajib dilakukan gunakan masker, cuci tangan gunakan sabun dialir mengalir, pysical distancing, hidup sehat sebagai budaya yang harus ditingkat”, pungkasnya.

Jubir Satgas Vovid -19 Kabupaten Banyuwangi Kepala Diskes, dr Widji Lestariono menjelasjan kondisi terbaru 3 September 2020 di Banyuwangi, ada 830 kasus konfirmasi COVID-19, dengan 103 pasien sembuh, dan 13 meninggal dunia. Yang masih dalam perawatan ada 714 orang.

Tidak lupa, dr. Rio rajin mengingatkan warga untuk patuh dan disiplin protokol kesehatan. “Pakai masker dengan benar, banyak cuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain,” tegasnya.

Beberapa minggu terakhir, kata dr. Rio, terlihat peningkatan jumlah kasus COVID-19. Kondisi ini tentu jadi perhatian tim pencegahan COVID-19.

“Masih banyak masyarakat yang belum konsisten upaya pengendalian penularan pandemi virus Corona. Pengendalian ini bukan hanya jadi tugas pemerintah, tapi juga masyarakat,” ungkap dr. Rio.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca