Kapolresta Banyuwangi Sisir Pulau Tabuhan, Mencari Lokasi Bom Ikan Dalam Adegan Video Viral Diduga HOAX

  • Whatsapp
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin

KabarRakyat.ID – Video aksi para nelayan pencari ikan dengan menggunakan bahan peledak yang terlanjur viral di media sosial, diduga di perairan Banyuwangi membuat Polresta Banyuwangi bekerja keras untuk penyelidikan. Bahkan untuk memastiskan vidio tersebut Kapolresta Kombes. Arman Asmara melakukan olah TKP di sekitar pulau Tabuhan.

Jajaran Polresta Banyuwangi tengah melakukan penyelidikan terkait vidio nelayan menggunakan bahan peledak yang diduga di perairan selat Bali, tepatnya di seputar pulau Tabuhan.

Read More

banner 645x400

Menggunakan kapal partroli Satpolair, Kapolresta Banyuwangi Kombes.Arman Asmara Syarifudin, memutari pulau Tabuhan, Selasa ( 25/2/2020).

Selain ingin memastikan kondisi keamanan perairan Banyuwangi.  Kapolresta  melihat dari dekat aktifitas perairan pulau Tabuhan. Dihubungi KabarRakyat.Id Kombes. Arman Asmara membenarkan lebih dari dua jam bersama satpolair melakukan patroli laut.

Baca juga: Sekda Menemui Mahasiswa Yang Bertanya Soal Luas Pulau Tabuhan

“Pertama saya ingin mastikan kondisi perairan Banyuwangi aman. Kedua, kami tengah menyelidiki vidio nelayan yang menggunakan bom ikan di lokasi pulau Tabuhan yang sempat viral itu. Hari ini ingin mencari bukti apakah lokasinya benar disini atau lokasi lain yang mirip dengan perairan pulau Tabuhan, Banyuwangi”, jelas AKBP.Arman .

Dari pengamatan di Lapangan Vidio yang terlanjur viral kondisi latarbelakang sepintas mirip lokasi dengan perairan pulau Tabuhan. Namun jika dicermati kondisinya bukan di perairan Banyuwangi.

“Kami mengumpulkan semua data yang dibutuhkan penyidik mulai kondisi lapangan, keterangan saksi-saksi, siapa yang mengunggah vidio. Sehingga kami bisa menangkap pelaku perusakan ekosistem dan biota laut itu. Hanya saja kami kuatir, vidio yang beredar itu hoax seperti kasus penculikan anak yang kini ramai diperbincangkan publik Banyuwangi”, tandasnya.

Dalam patroli bersama Satpolair itu Kapolresta Banyuwangi tidak menemukan bukti signifikan jika vidio nelayan menggunakan bom ikan benar di perairan Pulau Tabuhan. “Kami memutari pulau seluas 5 hektar lebih itu. Dan mencari titik sport lokasi vidio yang terlanjur viral itu. Di laut memang sulit memastikan lokasi vidio itu direkam. Beda dengan di darat, sementara informasi yang diperoleh minim alat bukti” beber pria kelahiran Makasar ini.

Reporter : Fattahur

Editor : Richard

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *