Sunday, October 25, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Kapolresta Bersama Danlanal Banyuwangi Pastikan Dapur Umum Blokagung Sesuai SOP

Kapolresta Bersama Danlanal Banyuwangi Pastikan Dapur Umum Blokagung Sesuai SOP

REPORTERRichard
- Advertisement -
Nyinyiran di grup whatsapp dan medsos tentang dapur umum karantina Ponpens dipastikan Kepolisian HOAX

KABAR RAKYAT – Nyinyiran di grup whatsapp dan medsos tentang menu masakan dapur umum penanganan COVID-19 di karantina klaster Ponpes diBanyuwangi, Jawa Timur, mendapat tanggapan serius.

Untuk memastikan dapur umum kebutuhan Karantina Ponpes di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin S.H,S.I.K, M.H bersama Danlanal Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada II Letkol Laut (P) Joko Setiyono, S.E., M.Tr.Hanla melakukan inspeksi ke dapur umum.

Kedua perwira Kepolisian dan TNI AL ini, memastikan pelayanan untuk santri pasien COVID-19 di Ponpes terbesar di Banyuwangi itu berlangsung dengan baik sesuai SOP, Selasa malam (1/9/2020).

Memastikan dapur umum yang didirikan BPBD ini benar-benar bekerja untuk menyajikan makanan bergizi bagi para santri yang dikarantina.

Baca: Menu Dapur Umum di Karantina Klaster Ponpes Banyuwangi Berstandar Khusus

Inspeksi Kapolresta Banyuwangi bersama Danlanl  Banyuwangi itu didampingi Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi H. Abdul Kadir.

Semalam, kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes. Pol. Arman Asmara, pihaknya bersama Danlanal mengecek dapur umum. Semuanya sesuai dengan standar gizi.

Perwira Kepolisian dan TNI AL itupun, juga pastikan pasokan bahan makanan tercukupi dengan baik. Dan semua petugas dapur juga mengedepankan protokol kesehatan.

“Keperluan dapur umum sudah mengunakan standar operasional prosedur (SOP).  Apa yang tersiar di media sosial itu HOAX,” tegas Kapolresta Kombes. Pol. ArmanAsmara Syarifuddin, Rabu (2/9/2020).

Baca: Blusukan di Ngawi, Ketua Forikan Jatim Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan

Kapolresta Banyuwangi menghimbau agar masyarakat tidak membuat kegaduhan terkait upaya pemerintah menangani COVID-19.

“Masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah dalam percepatan penanagan COVID-19. Proses karantina di Tegalsari ini harus ditaati semua pihak tanpa kecuali. Semuanya ditangani secara profesional dan terukur. TNI bersama Polri akan mengamankan proses karantina ini,” tandas Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifuddin.

Sebelumnya, Nyinyiran dari orang tidak bertanggungjawab itu, mengunggah molor jam makan hingga menu masakan dapur umum hanya nasi dan mie dan disebar luaskan di media sosial.

Sindiran dari pihak yang sengaja mengacaukan situasi proses karantina di klaster pondok pesantren terbesar ini langsung dapat tanggapan dari pihak Plt Kepala BPBD Banyuwangi, H. Abdul Kadir.

Baca: Wagub Emil Doakan Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pemantik Meroketnya Pembangunan dan Ekonomi Trenggalek

Sebagiamana diketahui, Gugus tugas COVID-19 Banyuwangi mendirikan dapur umum untuk penanganan klaster pondok pesantren di Banyuwangi.

Dapur umum ini menyediakan 18.000 porsi makanan untuk kebutuhan santri pondok pesantren selama masa karantina 14 hari. Alokasi anggaran Rp. 3 miliar khusus untuk kebutuhan logistik dapur umum.

“Mulai Kamis besok, ada pemilahan dapur. Sebelumnya kan hanya Pemkab Banyuwangi dan Pemprov Jatim bersama Polresta. Mulai Kamis, 3000 porsi disiapkan TNI, 1500 porsi dari Pemprov Jatim, dan 1500 porsi dari Pemkab Banyuwangi,” jelas Plh BPBD Banyuwangi.***

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca