Kapolresta Menjawab Kunjungan Komnas HAM di Banyuwangi 

  • Whatsapp
Komnas HAM_Kapolresta Banyuwangi
Kapolresta Banyuwangi Kombes. Arman Asmara Syarifudin saat dialog dengan warga di Pos Perjuangan, Pancer.

KabarRakyat.ID – Anggota Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selama dua hari mengunjungi Banyuwangi terkait isu pelanggaran HAM di sekitar lokasi tambang emas Tumpang Pitu. Menjadi menarik masyarakat yang merasa dirugikan atas aktifitas PT. BSI dan PT. DSI di wilayah Gunung Tumpang Pitu, Gunung Salakan dan sekitarnya. Disisi lain, usaha pertambangan yang telah beroperasi sendiri berada dalam kawasan tanah negara dan telah mengantongi ijin operasional dari kementerian terkait.

Anggota Komnas HAM nampaknya merespon laporan dugaan pelanggaran HAM terhadap masyarakat di lokasi tambang emas di Banyuwangi. Sejak Kamis (13/2/2020) Komnas HAM menemui warga yang merasa dihalangi oleh para pihak yang menguasai lokasi tambang Tumpangpitu.

Read More

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan adanya upaya itimidasi yang mereka alami, seperti ujaran yang melecehkan, pengancaman, maupun upaya penangkapan warga yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, sebelumnya.

Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mendengarkan keluhan, harapan bahkan muncul pengakuan ada upaya pelecehan saat warga meminta haknya untuk bisa mengelola lahan. Beka Ulung mendatangi lokasi tenda warga yang sudah 37 hari bertahan di lokasi tambang Dusun Pancer, Desa Sumberagung,Kecamatan Pesanggaran.

” Kami mendengar kesaksian warga dan tentu perlu konfirmasi dengan para pihak pemerintah daerah, perusahaan dan Kepolisian demi terciptanya kondusifitas itu yang terpenting, kata Baka Ulung  dihadapan warga yang menolak perluasan aktifitas tambang, Kamis (13/2/2020).

Komnas HAM di Banyuwangi (1)
Komnas HAM bertemu warga Kontra Tambang di Pos Perjuangan. ft, Istimewa

Untuk memastikan ada unsur pelanggaran Komnas HAM mendatangi Polresta Banyuwangi, Jumat (14/2/2020). Hal ini dibenarkan Kapolresta Banyuwangi Kombes. Arman Asmara Syarifudin yang mengatakan, bahwa kunjungungan Komnas HAM dalam rangka membangun komunikasi terkait isu pelanggaran HAM di sekitar tambang emas Tumpangpitu.

” Sebuah kewajaran Komnas HAM mendalami informasi yang diterima apakah sesuai fakta atau tidak. Dan kebetulan kunjungan mereka sifatnya mengkomunikasikan dengan pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Banyuwangi,” kata Kombes Arman Asmara, kepada KabarRakyat.ID.

Ketika ditanya apakah upaya penangkapan warga yang menolak operasi Tambang emas Tumpangpitu sempat ditanya oleh Komnas HAM, Arman Asmara dengan lugas mengakui.

” Soal itu kami menjelaskan bahwa bagian dari penegakan hukum karena ada bukti aksi oknum melanggar aturan hukum. Apa yang kami terapkan tentulah menggunakan SOP, tidak serta main kekerasan saat pengamankan pelaku aksi ada tahapan. Sudah cukup jelas perusahaan yang beroperasi di areal tambang emas Tumpangpitu sah. Perusahaan itu telah melalui kajian Amdal sehingga kementrian ESDM menerbitkan ijin operasional, itu yang kami tahu. Nah tugas polisi disini lebih kepada penegakan hukum dan pengamanan, penyidik kami cukup proporsional dan profesional dalam penegakan hukum terkait oknum yang kami amankan. Komnas HAM cukup memahami fakta yang kami sampaikan, ” beber Kombes Pol. Arman Asmara.

Masalah aksi warga yang melakukan aksi di sekitar Tambang emas, pihaknya meminta tetap menghormati tindakan kepolisian dalam upaya penegakan hukum dalam rangka menciptakan kondusifitas keamanan. Arman juga mengedepankan sikap kooperatif ketika anggotanya dihadapkan pada situasi sulit menghadapi keinginan warga di lokasi tambang emas.

Komnas HAM di Banyuwangi (2)
Komnas HAM bertemui Wakapolres Banyuwangi, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro di Mapolresta.

“Jika memang warga  berharap mengelola lokasi tambang tempuhlah dengan  sesuai mekanisme sesuai perundangan -undangan. Jika belum mengantongi ijin tentu negara memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan hukum sesuai pelanggaran yang dilakukan”, tegas Kombes Arman Asmara kepada KabarRakyat.ID.

Operator Tambang emas Tumpangpitu PT. Bumi Suksesindo (BSI) dan PT. Damai Suksesindo (DSI), anak perusahaan PT. Merdeka Cooper Gold Tbk.

Reporter : Richard/jaenudin

Editor : Sodiq S

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *