Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Karantinas Surabaya di Pelabuhan Ketapang Hentikan Pengiriman Burung Anis Merah

Karantinas Surabaya di Pelabuhan Ketapang Hentikan Pengiriman Burung Anis Merah

REPORTERChoiri/*

KABAR RAKYAT – Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Wilayah Kerja Pelabuhan Penyeberangan Ketapang menghentikan pengiriman kurang lebih 123 burung Anis Merah (Geokichla Citrina) tujuan Denpasar, Bali. Pengirimian itu dianggap tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan.

Penghentian ratusan burung Anis Merah oleh Karantina Surabaya Wilayah Kerja Pelabuhan Penyeberangan Ketapang berkerjasama dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Banyuwangi, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi pada 15 November 2020.

“Burung-burung tersebut merupakan hasil tangkapan Karantina Pertanian Surabaya yang bekerjasama dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Banyuwangi, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi pada 15 November 2020,” ungkap Agus Sholikin Pejabat Karantina, dokter hewan karantina.

Dokumen yang dipersyaratkan, seperti yang tercantum dalam pasal 35 Undang Undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Pasal 35 menyebutkan bahwa setiap orang yang memasukkan dan/atau mengeluarkan media pembawa dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib melengkapi Sertifikat Kesehatan dari tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat bagi Hewan, Produk Hewan, Ikan, Produk Ikan, Tumbuhan, dan/atau Produk Tumbuhan

“Burung-burung milik M tersebut rencananya akan dikirim dari Denpasar – Bali ke Surabaya menggunakan transportasi umum/Bus Manggala tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-11) dari daerah asal (Bali),” jelas Musyaffak Fauzi.

Berdasarkan data otomasi perkarantinaan IQfast, tercatat terdapat pemasukan burung tanpa dokumen dari Bali masing-masing 1 (satu) kali yaitu 16 ekor Punglor Merah pada 2019 dan 123 Anis Merah pada 2020.

Selain itu diketahui juga bahwa 2019 terdapat 3 kali pemasukan hewan tanpa dokumen yaitu: 5 (lima) ekor anjing dan 1 (satu) ekor kucing. Sementara di Tahun 2020 terjadi penurunan, 2 kali pemasukan hewan tanpa dokumen berupa 12 anjing dan 2 ekor kucing.

“Dari sisi frekuensi memang terjadi penurunan namun dalam sisi volume pada 2020 terjadi peningkatan, dan data 2020 belum final mengingat ini masih pertengahan November. Oleh sebab itu pengawasan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang perlu diperketat dan di sisi lain perlu dilakukan sosialisasi peraturan perkarantinaan misalnya melalui website, media sosial dan sebagainya,” imbuh Musyaffak.

Selanjutnya ke 123 burung Anis Merah yang ditolak telah diserahkanterimakan dari Karantina Pertanian Surabaya kepada SKW V Banyuwangi. Kemudian dari SKW V Banyuwangi diserahkan ke Balai Taman Nasional (BTN) Bali Barat untuk dilepasliarkan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca