Thursday, August 13, 2020
Home BERITA PERISTIWA Kasus Penganiayaan Dokter Blambangan Ditangani Reskrim Polresta Banyuwangi

Kasus Penganiayaan Dokter Blambangan Ditangani Reskrim Polresta Banyuwangi

REPORTERBerita Jatim

KABAR RAKYAT – Reskrim Polresta Banyuwangi mengambil alih laporan dugaan penganiayaan dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat RSUD Blambangan, dr. Muhammad Kaharuddin Mirzani, Senin (27/7) malam, yang telah melapor ke Polsek Kota Banyuwangi. Atas terlapor anggota LSM GMBI.

Dikutip Kabar Rakyat dari Berita Jatim, dokter jaga IGD itu mendapat persetujuan tidak senonoh oleh kumpulan orang usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien.

“Yang sakit bagian sini (kepala belakang, punggung, paha,” kata dr. Kahar saat di Mapolsekta Banyuwangi, (28/7/2020).

Menurutnya, kejadian itu terjadi tiba-tiba dan terorganisir. Sempat terjadi cek-cok kemudian terjadi kehancuran yang terjadi.

Keterangan Kapolresta Banyuwangi Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifudin, aksi itu bermula dari sejumlah pengantar pasien di RSUD Blambangan. Mereka yang meminta persetujuan tidak menerima terhadap dokter jaga saat itu.

Artikel ini telah tayang di Berita Jatim, berjudul: Dokter RSUD Blambangan Jadi Korban Penganiayaan

“Jadi, ada pasien yang datang diantar oleh tetangganya. Usai mencoba, pasien mendiagnosis untuk rawat jalan. Nah, ternyata pihak LSM GMBI malah tidak menerima dan meminta rawat inap. Lalu terjadi cek-cok dan aksi kerusakan,” kata Arman.

“Korban, sudah visum ada luka memar di punggung dan lecet,” pungkasnya.

Saat ini, kasus ini tengah di dalami oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi. Tanggap.

Sementara itu, dari pihak GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) menerima siap dihadiri dalam pemeriksaan atas Muhammad Kaharuddin Mirzani. “Kami siap, kami kooperatif, kami menunggu terkait laporannya,” kata Ketua GMBI Banyuwangi, Subandi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER