Kebutuhan Penyuluh Agama di Sampang Belum Cukup Ideal

  • Whatsapp
165-Orang-peserta-mengikuti-tes-rekrutmen-Penyuluh-Agama-Islam-Non-PNS
Ilustrasi rekrutmen tenaga Penyuluhan Agama Islam. Istimewa/Net

KabarRakyat.ID – Angka tenaga Penyuluh Agama untuk 180 Desa yang tersebar di 14 Kecamatan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ternyata masih belum cukup ideal.

Pardi Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang mengungkapkan ada 112 Penyuluh Agama yang ada di Kabupaten Sampang, saat ini.

Read More

“Jadi kita kalau penyuluh itu sesuai karena ini top down tentang penyuluh itu karena aturannya dari pusat langsung dan hitungnya adalah setiap kecamatan melibatkan 8 orang tenaga penyuluh. Sehingga kita tinggal hitung 14 kecamatan kalikan 8 orang dari 112 penyuluh Agama,” ungkap H. Pardi dikantornya, Senin (13/1/2020)

Kalau dikatakatan ideal belum ideal, kata H. Pardi, namun kalau maksimal tergantung dari peran Penyuluh Agama itu sendiri. Kalau maksimal dari sisi aturan sudah karena memang aturannya 8 orang penyuluh agama ditempatkan perkecamatan.

“Sedangkan untuk idealnya adalah setiap kelompok masyarakat ada disana,” tuturnya

Lanjut Pardi, tugas dari Penyuluh Agama itu sendiri sesuai dengan ranah yang mereka kuasai. Jadi ada 8 ranah yang dimiliki oleh penyuluh Agama.

“Jadi tentang keluarga sakinah itu penyuluh yang mendampingi tentang keluarga, kemudian ada Radikalisme, tentang Narkoba, tentang produk halal lalu ada kerukunan beragama, tentang pemberantasan buta huruf Al Qur’an, tentang zakat dan  tentang wakaf,” ucapnya.

“Tapi sementara ini yang ditetapkan oleh pemerintah kami melaksanakan regulasi  8 itu,” jelasnya.

Baca juga:

Kepala Kemenag Sampang, juga menyampaikan untuk penyuluh di Wilayah Sampang, semuanya dari muslim. Sedangkan untuk penyuluh non muslim tidak ada, karena prosentasenya untuk non muslim di Sampang sangat kecil.

“Untuk Islam saja prosentasenya 99, sekian persen yang non muslim 0,0 karena itu hitungnya pemerintah belum layak di beri pembimbing  namun yang penting kita menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Selanjutnya H. Pardi menambahkan pihaknya tidak hanya mengandalkan penyuluh tapi kita bekerjasama dengan pemuka agama dan lembaga pendidikan Islam.

Kementrian Agama di Sampang, juga berkerjasama dengan Madrasah dan Pondok Pesantren dan para Kiai dan Ustadz. Jadi tidak hanya sekedar melalui penyuluh, tapi ada komunikasi efektif.

“Jadi saya sering turjun ke lapangan untuk kiyai untuk menyampaikan program pemerintah dan kami juga bekomunikasi dengan MUI,” pungkasnya.

Reporter: Jamaluddin

Editor: Rony DE

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *