Kehadiran KM Gandha Nusantara II Antara Mimpi Dan Berkah

91 views
banner 468x60)

banner 468x60)
Foto : KM Gandha Nusantara II siap layani warga Pulau Gili, Probolinggo, Jawa Timur. 

Foto : KM Gandha Nusantara II siap layani warga Pulau Gili, Probolinggo, Jawa Timur. 

KABARAKYAT.ID – Hadirnya Kapal Motor (KM) Gandha Nusantara II melayani penyeberangan Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang, sungguh lompatan besar pemerintah Joko Widodo dalam menyelesaikan moda transportasi laut di Republik ini.

Sebab kehadiran KM. Gandha Nusantara II jauh dari ekspetasi warga Kabupaten Probolinggo khususnya Warga Pulau Gili, masuk kecamatan Sumberasih. Untuk mendatangkan KM dengan ukuran besar kapal Gandha Nusantara II memiliki panjang 24,70 meter dengan lebar 6,30 meter dan ketinggian 2,20 meter berbobot 92 GT dan diproduksi tahun 2017 tentu investasinya Puluhan miliar. Jelas tidak ada kesanggupan APBD Kabupaten Probolinggo mampu menopangnya. Kapal yang mendadak hadir di pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo untuk melayani trayek P. Gili ibarat sebuah Mimpi. Namun bukan berarti tidak ada ichtiar sebelumnya.

Dalam sejarahnya sempat diwacanakan ada kapal Feri ukuran kecil untuk melayani trayek pendek Probolinggo – pulau Gili di era Pemerintahan SBY sempat diwacanakan oleh Pemkab Probolinggo maupun DPRD Provinsi Jawa Timur saat itu. Ketika itu baru renovasi dermaga di pulau Gili dianggarkan oleh Pemprov Jatim. Dalam kurun waktu lebih 10 tahun  wacana kapal feri ini menguap begitu saja. Wacana kapal Feri dulu sempat diucapkan Anggota DPR RI partai Demokrat Adjie Masaid, Mahdi anggota Fraksi PPP DPRD Jatim juga diwacanakan Bupati Hasan Aminuddin kalah bersaing dengan proyek pipa air minum bawah laut.

Isu kapal Feri kian tenggelam saja. Program bidikan beralih membangun dermaga pelahuhan perikanan PPI Mayangan saat ini. Pemkot Probolinggo saat itu masih dijabat HM. Buchori terus melakukan lobi ke Pemprov Jatim untuk meningkatkan kapasitas pengembangan pelabuhan Tanjung Tembaga untuk pelabuhan peti kemas dan sudah teralisasikan.

Bagi penulis KM Gandha Nusantara II sebuah kejutan. Antara mimpi dan berkah bagi warga P. Gili yang selama berabad-abad mengandalkan perahu tradisional. Imbrio pemikiran kapal Feri sudah muncul sebelumnya. Namun saya anggap sudah terkubur dalam-dalam dan tidak akan mungkin terealisasi.

Sempat muncul pemikiran seperti Kabupaten Banyuwangi, membeli kapal feri dengan bersumber APBD, namun sangat tidak mungkin karena anggaran APBD begitu kecil.

Penyerahan KM Gandha Nusantara II oleh Kemenhub RI untuk melayani trayek Probolinggo – P Gili sungguh kejutan besar. Bahkan layak disebut berkah Ramadhan bagi Kabupaten Probolinggo. Kapal modern yang hadir di Gili berkat campur tangan pemerintahan Joko Widodo yang getol menyelesaikan program Tol laut.

Wakil Bupati Probolinggo, Ahmad Timbul Prihanjoko, mengatakan bahwa Kapal angkutan penyeberangan ini menjadi solusi bagi warga Pulau Gili, yang sebelumnya kesulitan dalam transportasi barang berat.

“Diharapkan Kapal penumpang ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Untuk jadwal rute operasionalnya, Pemerintah Kabupaten Probolinggo masih akan melakukan pembahasan dengan sejumlah pihak terkait, supaya pengoprasian Kapal penyeberangan ini tidak menggerus pendapatan penyedia jasa perahu penyeberangan tradisional,” jelasnya.

Tanggapan yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Jatim Habib Mahdi SE, pihaknya meminta kehadiran KM Gandha tidak mematikan moda transportasi lokal. Mahdi menyarankan, perlu penguatan modal bagi jasa transport lokal yang selama ini beroperasi.

“Hadirnya Kapal Feri sedikit banyak mempengaruhi perahu-perahu lokal yang lebih dulu ada ini jangan sampai mati suri. Saya lebih tertarik membahas bagaiamana penguatan kapasitas pemilik perahu, melalui penguatan modal”, ungkapnya, Minggu(19/5/2019).

Penulis : Richard

Editor : Choiri

banner 468x60)

#KM Gadha Nusatara II layani pulau Gili Probolinggo # Kemenhub serahkan KM Gadha ke Pemkab Probolinggo #Pukau Gili dilayani kapal feri

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply