Kejaksaan Badung Periksa 40 Orang Saksi Dugaan KKN LPD Adat Kekeran

  • Whatsapp
Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Hari Wibowo. foto. Istimewa

KABAR RAKYAT – Adanya dugaan kasus korupsi (baca, KKN) di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, Kejaksaan Negeri Badung mengusut persoalan tersebut dengan memeriksa 40 orang saksi terhitung sejak 15 Juni 2020.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Hari Wibowo pada Senin (22/6), penyidikan tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung.

Read More

Dalam pernjelasannya disebutkan bahwa kasus tersebut berawal dari Laporan Pertanggung Jawaban LPD Periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017, telah ditemukan adanya kekurangan uang tabungan tabungan, Deposito dan Kredit.

“Penyidikan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran Desa Angantaka Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung Hari Wibowo, Senin (22/6).

Baca: Jokowi Ultah, Gubernur Khofifah: Semoga Diberi Kekuatan Membawa Kejayaan Indonesia

“Hasil penghitungan awal yang dilakukan oleh auditor dari Kantor Akuntan Publik ditemukan adanya kerugian dengann jumlah yang mencapai Rp. 5.270.486.402,” Jelasnya.

Disampaikanya pula, saat ini pihak Kejaksaan Negeri Badung telah meminta keterangan para saksi-saksi yang berjumlah 40 orang. Saksi-saksi tersebut di antaranya berasal dari Nasabah LPD, dan Prajuru Desa Adat maupun Pengurus LPD.

Baca: Keluarga Korban Tenggelam Berharap SAR Menemukan Jasad Krisna

Ditambahkan pula bahwa penyidik Kejaksaan Negeri Badung akan terus melakukan pemeriksaan guna mengumpulkan alat bukti.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *