Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Uang BPR Pemkot Kediri

  • Whatsapp

Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Kediri datangi PD. BPR milik Pemkot Kediri.

KABAR RAKYAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri dalami penyidikan perkara korupsi di perusahaan plat merah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, biasa disebut Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD. BPR) Kota Kediri.

Jaksa Penyidik institusi Adhyaksa me-release penetapan tersangka korupsi kepada dua orang. Yakni Indra mantan Account officer di PD. BPR. Lalu, Ida nasabah juga debitur kredit macet di PD. BPD Kota Kediri.

“Tersangka Ida menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi. Sehingga terjadi kredit macet. Peran Indra dan Ida terlibat ‘bersekongkol’ dengan melakukan peminjaman uang sebesar Rp. 600 juta melebihi aturan PD. BPR Kota Kediri,” jelas seorang Jaksa.

Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Sofyan Selle mengatakan, modus dari kedua pelaku ini dengan memalsukan data-data, sehingga pinjaman kredit bisa di atas 250 juta.

Kejaksaan Negeri Kota Kediri release perkara korupsi di BPR

“Pelaku Indra memalsu data-data terkait usaha dan luas tanah milik Ida saat survey. Selanjutnya pelaku Indra masukan data ke Bank BPR untuk proses pengajuan kredit,” terang Sofyan.

Sofyan menambahkan, tim Kejaksaan Kota Kediri dari Pidana Khusus terus memburu para pelaku kredit macet yang merugikan negara miliaran rupiah kepada perusahaan daerah milik Pemkot Kediri, yaitu BPR Kota Kediri.

“Meski kita sudah menetapkan dua tersangka, namun kita akan terus mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi,” ujar Sofyan Selle.

Kini kedua tersangka Indra dan Ida Riyani langsung dilakukan penahanan dan dititipkan di Mapolres Kediri Kota.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *