Kejaksaan Trenggalek Disindir Aktifis Saat Aksi Massa

  • Whatsapp

KabarRakyat.ID – Kejaksaan Negeri Trenggalek dianggap minus dalam menangani laporan kasus korupsi. Hal itu dinyatakan sejumlah aktifis dan masyarakat dari Lembaga gerakan Muda Indonesia (LGMI), Gerakan nasional pencegahan korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) dan Aliansi rakyat peduli Trenggalek (ARPT) yang menggelar aksi di Tugu Garuda Alun-Alun, Senin (3/2/20).

Aktifis itu, juga mengamen dan duit hasil pemberian akan diberika Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek agar digunakan biaya pemberantasan kasus pidana korupsi.

Read More

Imam Bahrudin Ketua Aksi menyampaikan kalau aksi kali ini adalah wujud keperihatinan kami kepada Kejari Trenggalek.

“Banyak kasus korupsi yang tidak tertangani, beberapa hari yang lalu ada info yang menyebutkan kalau Kajari beralasan kehabisan anggaran untuk mengusut. Oleh karena itu kami menggelar aksi mengamen, dan hasilnya nanti kami sumbangkan,” paparnya.

“Bila dana hasil mengamen masih kurang, pihaknya akan kembali meminta sumbangan secara door to door ke masyarakat, ya nanti kalau masih dianggap kurang, kami mintakan kembali ke masyarakat di desa, untuk sumbangan buat anggaran mengusut dugaan tindak pidana yang sudah masuk dimejanya,” lanjutnya.

Imam Bahrudin juga mengungkapkan, sejak Lulus Mustofa memimpin korps Adyaksa di Kabupaten Trenggalek, hingga saat ini tidak mempunyai prestasi dalam pemberantasan dugaan korupsi

“Selama kepemimpinan Kajari yang sekarang, sama sekali tidak mempunyai prestasi. Laporan Masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi, banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat, hingga saat ini tidak pernah ditindak lanjuti oleh Kejari Trenggalek.

“Harapan kami, setelah dana sumbangan dari masyarakat ini, kasus dugaan korupsi yang selama ini sudah menumpuk, agar dapat ditindak lanjuti,” pungkas Imam .

Reporter : Rudi

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *