Rabu, November 25, 2020
Beranda BERITA Kejaksaan Trenggalek Selesaikan Kasus Penganiayaan Dengan Restoratif

Kejaksaan Trenggalek Selesaikan Kasus Penganiayaan Dengan Restoratif

KABAR RAKYAT – Untuk pertama kalinya, Kejaksaan Negeri Trenggalek, melakukan keadilan restoratif terhadap tersangka dalam kasus penganiayaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh Tersangka berinisial ADM. Kamis (22/10).

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Darfiah, S.H., M.H. mengatakan, penerapkan keadilan restoratif (Restorasi Justice) dirinya sudah melakukan tahapan upaya perdamaian dua kali. Yang pertama pada tanggal 22 Agustus 2020 dan yang kedua 12 Oktober 2020. Disaksikan tokoh masyarakat,keluarga korban, keluarga pelaku, tokoh masyarakat, anggota Babinsa dan babinkamtibmas serta Kepala Desa setempat.

“Proses yang kita lakukan, sudah mendapatkan persetujuan dari kajati dan sesuai dengan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Ini juga sesuai yang disampaikan bapak Jaksa Agung, keadilan itu tidak ada di KUHP dan KUHAP, melainkan ada pada Hati Nurani kita,” katanya.

Sementara itu Kasi Pidum, Fajar Nurhedi menambahkan, ada tiga syarat prinsip keadilan restoratif bisa ditempuh.Yaitu pelaku baru pertama kali melakukan pidana, ancaman pidana tidak lebih dari 5 tahun serta nilai kerugian perkara tidak lebih dari Rp2.500.000. Namun ada pengecualian jika kerugian melebihi Rp2.500.000 tapi ancaman tidak lebih dari 2 tahun, ancaman pidana lebih dari 5 tahun asal kerugian tidak melebihi Rp2.500.000 serta kepentingan korban terpenuhi dan ancaman pidana tidak lebih dari 5 tahun.

“Adapun perkara yang tidak bisa dihentikan penuntutannya dalam penerapan keadilan restoratif yaitu pertama tindak pidana terhadap keamanan negara, martabat presiden dan wakil presiden, mengganggu ketertiban umum dan kesusilaan. Kedua, tindak pidana yang diancam dengan pidana minimal. Ketiga, tindak pidana narkotika, lingkungan hidup dan korporasi,” jelas Fajar.

Sementara tersangka ADM mengaku bersyukur telah bebas. Dia berterima kasih kepada aparat dan pihak korban atas keputusannya menerima perdamaian hingga dirinya dapat bebas dari tuntutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca