Sunday, November 1, 2020
Home JATIM TRENGGALEK Kelangkaan Pupuk Subsidi Dirasakan Petani Trenggalek

Kelangkaan Pupuk Subsidi Dirasakan Petani Trenggalek

REPORTERRudi Sukamto
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Masalah kelangkaan pupuk dirasakan petani Kabupaten Trenggalek jadi perhatian wakil rakyat di DPRD. Lewat Komisi II DPRD setempat, berlangsung rapat dengar pendapat dengan petani Munjungan membahas penyaluran pupuk bersubsidi, Selasa (22/9).

Kelangkaan pupuk subsidi pemerintah bagi petani seolah menjadi agenda tahunan. Apalagi pandemi COVID-19 lebih dirasa berat. Belum lagi ada aturan baru dari Kementrian Pertanian, pupuk semakin hilang dipasaran.

Salah satu penyebabnya kelangkaan pupuk karena kuota pupuk subsidi tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan petani.

Baca : Tambakau Lumajang Jadi Andalan, Cak Thoriq : APTI Harus Bermitra Perusahaan

Ketua Poktan Manunggal Sakti di Munjungan Rusmani, menyampaikan, akibat adanya kelangkaan pupuk bersubsidi diwilayahnya, banyak petani enggan lagi bertani karena terus mengalami kerugian.

“Sebab antara pengeluaraan dan pemasukan dari hasil panen, tidak seimbang. Terpaksa memakai pupuk non subsidi sehingga yang terjadi pengeluaran jauh lebih besar,” jelasnya.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Pranoto,SH kepada media mengatakan kalau kelangkaan pupuk bukan hanya terjadi diTrenggalek namun terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca : Kepikiran Petani Jatim, Gubernur Cek Stok Kecukupan Pupuk Petrokimia Gresik

“Kami akan berusaha mendorong supaya petani tidak kesulitan dalam memperoleh pupuk, namun semua harus menyadari, kelangkaan pupuk bukan hanya merambah Trenggalek namun sudah hampir semua daerah,” jelas Pranoto.

Apabila stok distributor kurang, pemerintah daerah melalu Dinas Pertanian akan segera mencarikan solusi.

“Dalam distribusi pupuk subsidi, saat ini mengacu pada sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) yang disusun dari Poktan dan melalui sejumlah tahapan verifikasi sebelum ditentukan sebagai data penerima pupuk subsidi,” jelasnya.

Baca : MPM Honda Jatim Serahkan Bantuan APD Untuk Tenaga Medis Di Banyuwangi

“Maka apabila ada petani yang belum terdata di e-RDKK maka segera melapor kepoktan setempat untuk didata sebagai pengajuan pupuk,” jelas Pranoto.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca