Monday, September 21, 2020
Home BERITA Kemarau, Petani Diperbukitan Situbondo Ganti Profesi

Kemarau, Petani Diperbukitan Situbondo Ganti Profesi

- Advertisement -

Petani Situbondo (1)

KabarRakyat.ID – Kemarau panjang di Situbondo, Jawa Timur. Berdampak kehidupan petani yang tinggal di perbukitan.

Kini mereka alih profesi, tidak lagi bercocok tanam. Mereka ada yang jadi pemecah batu, jadi buruh bangunan, dan nelayan.

Lahan yang biasa ditanami. Sudah tidak lagi bisa menghasilkan, akibat kekeringan karena kemarau.

Itu dirasakan petani di Desa Awar Awar, Asembagus dan sejumlah petani di Arjasa.

Meski tidak punya keterampilan khusus. Mereka hanya mengandalkan modal tenaga saja. Kini mereka pilih jadi tukang pemecah batu padas, dengan upah tidak seberapa.

Petani Situbondo (2)

Lahan pertaniannya, sudah tidak bisa ditanam Jagung, Kacang dan Padi lagi. Karena kekeringan melanda kawasan pertanian.

“Yang penting bisa bawa pulang uang, untuk menyambung hidup,” kata Poniman (43) warga setempat.

Berapa upahnya? Untuk satu pemecah padas dihargai Rp. 6 ribu. Sehari, Ponimin mampu mengerjakan antara 5 sampai 6 pecahan batu cadas sesuai keingin pengusahanya.

“Perhari, bisa membawa pulang antara 30 ribu sampai 40 ribuan lebih,” kata Ponimin.

Para tetangga sesama petani, kata Poniman, ada yang memilih jadi nelayan dan kuli bangunan. Yang penting dekat rumah dan sewaktu-waktu bisa kembali bertani.

Reporter: Yons

Editor: Choiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER