Kematian M. Taufiq Pembalap Sepeda Nasional Mengundang Simpati

125 views
M Taufik

M. Taufik semass hidup. Ft. Istimewa

KabarRakyat.ID – Kematian atlet balap sepeda nasional kebanggaan Banyuwangi, Mohamad Taufik, mengundang simpati banyak pihak. Tidak hanya di tanah kelahirannya saja, aksi solidaritas untuk mengenang kiprah atlet penyumbang medali perunggu bagi Jawa Timur dalam PON XIX Jawa Barat juga digelar di 10 kota.

Di Banyuwangi, sejumlah atlet sepeda yang tergabung dalam Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) serta komunitas sepeda lain mendatangi kediaman almarhum di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.

Minggu (8/9/2019) pagi, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK didampingi Pengurus Harian Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawatimur, Guntur Priambodo, menyerahkan santunan bagi keluarganya.

“Kami datang kemari untuk memberikan dukungan moril bagi keluarga almarhum,” tukas AKBP Taufik Herdiansyah usai menyerahkan bantuan.

Tidak hanya dari Kapolres Banyuwangi. Santunan juga datang dari Jasa Raharja dengan nominal Rp 50 juta. Bahkan sejumlah atlet dan pecinta olahraga sepeda menyalurkan donasi bagi keluarga almarhum senilai Rp 72 juta. Dana itu telah masuk di rekening bank milik korban yang masih aktif serta istrinya.

Tidak hanya berupa uang. Ketua BRCC yang juga Pengurus Harian ISSI Jatim, Guntur Priambodo, memikirkan pendidikan anak korban yang masih kecil.

“Atas nama Ketua BRCC, Taufik adalah karyawan DPU Pengairan. Kami bersama kawan – kawan BRCC dan komunitas pesepeda akan membantu biaya pendidikan anak almarhum semampu kami,” ungkap pesepeda yang menjabat Kadis PU Pengairan.

Selain itu, Guntur sempat haru, saat memberikan sambutan menawari Zuroida Lisa (26), istri almarhum, untuk menggantikan posisi suaminya di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi. Penawaran itu akan direalisasikan jika ada restu dari orang tuanya.

“Kepada istri almarhum bisa menggantikan Taufik di DPU Pengairan. Nanti akan kita usulkan kepada bupati,” tambahnya sambil terisak.

Lisa pun menyambut tawaran itu dengan nada siap. Kepada wartawan, kesanggupan untuk menjadi karyawan Pengairan lebih ditekankan demi masa depan kedua anaknya.

“Masa depan pendidikan anak – anak masih panjang. Saya siap menggantikan Mas Taufik,” ucapnya.

Selama hidup, sosok almarhum menurut Lisa, adalah orang yang penyabar walau kerap ditinggal liburan ke luar kota. Sebulan sebelum suami meninggal, dirinya sempat bermimpi empat giginya tanggal.

“Dikira nenek yang akan berpulang, ternyata suami,” kisahnya.

Mohamad Taufik satu diantara atlet BRCC yang berlaga di Tour de Banyuwangi Ijen. Nyawanya tak tertolong setelah sepeda balapnya tertabrak mobil pickup yang melaju satu arah di depan Swalayan Mitra Rogojampi, 30 Agustus 2019. Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Blambangan Banyuwangi dan RS dr Soetomo Surabaya.

Reporter: DN

Editor: Choiri

#aksi simpati taufiq #m taufiq pembalap sepeda nasional

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply