Kementrian LHK Bersama Medicus Sosialisasi Bahaya Mercury di Pesanggaran

  • Whatsapp
Bahaya Mercury (2)
Pemateri dari KLHK dan Medicus di Kantor Kecamatan Pesanggaran.

KabarRakyat – Berlangsung acara sosialisasi bahaya cairan mercury, di Pendopo Pemerintahan Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan itu dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI) menggandeng Medicus (lembaga profesional). Kegiatan itu, juga dilaksanakan guna menjawab informasi simpang siuar di lokasi pertambang emas di Dusun Pancer, Desa Sumberagung,

“Kegiatan ini seharusnya dilaksanakan di balai Desa Sumberagung, berhubung pendopo Balai Desa belum selesai direnovasi, maka kegiatan dialihkan di kantor Kecamatan Pesanggaran,” kata Ir. Sugiyo Dermawan, Camat Pesanggaran, Minggu (1/3/2020).

Materi sosialisasi, jelas Sugiyo, terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor. 21 Tahun 2019 ini adalah amanat Undang-Undang. Bahaya mercury atau raksa tidak seketika dapat dirasakan. Namun beberapa tahun kemudian, untuk pada kesempatan ini artinya akan dilakukan tes kesehatan oleh para Medicus sekaligus pemaparan tentang bahaya Mercury.

Vivin Agustin, Kepala Desa Sumberagung tidak berada di lokasi. Dihubungi ponsel pribadinya, beberapa Perangkat Desa, Kepala Dusun, Kader posyandu, RT & RW menghadiri acara tersebut.

“Kegiatannya molor, semestinya mulai pukul 09:90 WIB. Tapi baru dilaksanakan pukul 10.20 WIB,” jelasnya.

Beberapa pihak terkait hadir, Kusnadi Wira Saputara Koenadi Salaku Tim Gugus Tugas Multipihak (GTM) Dirjend KSDAE Kementerian LHK dan Haqqi dari Medicus, Leni Hasan selaku Direktorat Kawasan Konservasi KLHK.

“Kami dari KLHK ini mendampingi tim dari Medicus yang akan melakukan kegiatan sosialisasi tentang Perpres No. 21 tahun 2019 tentang Pengurangan dan Penghapusan Mercury,” kata Leni Hasan.

Baca juga: Bupati Anas: Jadi Pemimpin Banyuwangi Itu Jangan Baper, Bisa Stroke

Dijelaskan, Kusnadi dari laporan yang diterimanya, bahwa wilayah Pesanggaran marak kegiatan penambangan yang untuk pemisahan emasnya menggunakan mercury. Bukan terkait masalah tambangnya melainkan terkait dengan bahaya mercury.

Ditegaskan Kusnadi, bahwa di Indonesia mercury di produksi secara illegal. Salah satunya untuk pertanian yang dalam hal ini, peptisida diduga kuat banyak dibuat dengan menggunakan mercury dan itu dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan alamnya.

Menurutnya, dalam maklumat presiden Tahun 2018, penggunaan mercury sudah dilarang untuk dipergunakan. Harapan pemerintah, dalam rangka menuju Indonesia maju, harus lahir generasi yang sehat sehingga diterbitkannya perpres No. 21 tahun 2019, yang merupakan langkah kongkrit mencegah dan menanggulangi bahaya mercury.

Haqqi dari medicus yang merupakan mitra dari KLHK dalam giat sosialisasi ini menjelaskan tentang apa sebenarnya mercury itu. Menurut penjelasannya mercury adalah logam berat dan satu satunya yang berbentuk cair. Mercury memiliki banyak penyebutan seperti, air perak, kuik, hidrogium hidroquino dan masih banyak lagi istilah penyebutannya yang lain.

Menurutnya sumber pencemaran mercury bisa berasal dari mana saja, bisa dari limbah industri, usaha pengolahan tekstil, atau yang lainnya. Yang paling besar adalah dampak mercury adalah dari adanya kegiatan penambangan emas. Bahaya mercury kalau sudah melewati ambang batas akan berdampak sangat luar biasa, mercury akan naik ke awan, dan tersebar karena pengaruh angin.

Pada saat mendung di awan lalu terjadi hujan, dampak dari mercury akan jatuh ke bumi dan bersentuhan dengan apa saja yang ada ditanah dan air. Unsur hara dan plangton akan menyebarkan limbah mercury kesegala penjuru dan akan berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Jika mercury sampai dimakan ikan yang ada di air dan tumbuhan lalu dikonsumsi oleh manusia maka akan berpengaruh buruk terhadap kesehatannya, pungkasnya.

Reporter: Jaenudin

Editor: Richard

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *