Kepentingan Kapitalis Tak Mungkin Sejalan Dengan Kesejahteraan Rakyat

  • Whatsapp
Sri Wahyuni, S.Pd

Oleh: Sri Wahyuni, S.Pd

Investor asing kembali ramaikan pembangunan Banyuwangi. Setelah rentetan daftar shopping mall yang direncanakan akan dibangun di beberapa lokasi di Banyuwangi, kini Pemkab kembali mempersilahkan investor asing untuk kelola tempa wisata. Ialah Pulau Tabuhan, pulau tak berpenghuni yang terletak di selat bali ini akan segera digarap investor asal Singapura, yakni EBD Paragon Singapore PTE. LTD.

Menariknya adalah sebelum akan digarap oleh Singapura, di tahun 2010 pulau ini dilirik oleh perusahaan dari Republik Maladewa yaitu PT Safari International, bahkan sempat mengajukan proposal kepada Pemkab untuk menyewa dan mengelola dengan total nilai investasi sebesar Rp 100 miliar selama 30 tahun. Namun karena pengelolaan pulau hanya dapat dilakukan melalui proses lelang, membuat rencana tersebut gagal.

Ketertarikan investor asing hingga berani investasi miliaran rupiah seolah mengisyaratkan bahwa pengelolaan pulau tersebut akan membawa keuntungan besar bagi mereka. Lantas bagaimana dengan masyarakat Banyuwangi, akankah kehidupan mereka jadi lebih baik dibandingkan saat sebelumnya? Hal inilah yang perlu dikaji kembali oleh Pemkab. Jangan sampai setelah pengelolaan diserahkan pada investor malah tak memberikan dampak positif bagi masyarakat atau justru menimbulkan masalah.

Read More

Tumpang Pitu adalah contoh nyata. Setelah aktivitas tambang justru lingkungan rusak, sementara kondisi masyarakat tak banyak berubah. Hal yang sama sangat mungkin terjadi pada pulau Tabuhan. Mungkinkah pembangunan tak menyisakan limbah yang dapat berpengaruh terhadap lingkungan biotik? Mungkinkah investor akan tetap mengijinkan warga beraktivitas di sekitar daerah tersebut dan mengambil hasil lautnya? Sementara motif kapitalis selalu sama, kepedulian mereka hanya pada keuntungan semata.

Maka pemerintahlah yang harusnya lebih jeli melihat masalah ini. Pulau Tabuhan termasuk dalam pemilikan umum, yang artinya setiap individu masyarakat berhak atas pulau tersebut. Seperti memanfaatkan kekayaan alam bawah lautnya tanpa intervensi dari pihak manapun. Maka memberikannya pada investor bukan hanya resiko kerusakan alam yang mungkin didapat melainkan penguasaan mereka atas pulau tersebut. (Penulis adalah Pengajar SMA di Banyuwangi)

Email: [email protected]

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *