Friday, October 30, 2020
Home EKONOMI Kepikiran Petani Jatim, Gubernur Cek Stok Kecukupan Pupuk Petrokimia Gresik

Kepikiran Petani Jatim, Gubernur Cek Stok Kecukupan Pupuk Petrokimia Gresik

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kunjungan kerja (Kunker) di PT. Petrokimia Gresik. Kunjungan ini didasari kelangkaan pupuk di berbagai kabupaten/kota di Jatim.

Kunjungan di perusahaan BUMN di Kabupaten Gresik ini, Gubernur Khofifah ingin cek stok kecukupan pupuk di Petrokimia Gresik yang disediakan untuk petani di Jatim.

Ia mengharapkan mendapat solusi kelangkaan pupuk yang dikeluhkan petani Jatim. Secara umum stok pupuk aman tetapi butuh tambahan kuota pupuk bersubsidi.

“Kita mencoba mencari solusi apa yang saya dengar, apa yang saya lihat di lapangan terkait pemenuhan kebutuhan pupuk jelang musim tanam Oktober bulan depan,” Kata Gubernur Jatim, Kamis (17/9) sore.

Baca : Komisi II Desak Pemda Banyuwangi Ajukan Tambahan Kuota Pupuk Bersubsidi

Sebelumnya, Khofifah mengungkapkan sebelumnya Pemprov Jatim telah koordinasi dengan pihak terkait untuk bisa mendapatkan solusi dari permasalahan petani. Diantaranya, dengan Irjend Kementan, berbagai Gapoktan serta PLMDH atau Perhimpunan Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

“Sebetulnya Minggu yang lalu kami sudah koordinasi dengan pak Dirut dan seluruh jajaran direksi PT. Petrokimia Gresik, kemudian dengan Irjen Kementan. Juga koordinasi dengan Gapoktan dan PLMDH,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi para petani adalah kekurangan suplai pupuk, ketidaksesuaian antara kebutuhan pupuk mereka dengan suplai pupuk yang mereka terima.

Oleh karena itu Gubernur Khofifah meminta ada sinkronisasi antara kebutuhan petani dan suplai pupuk sesuai e- RDKK.

Baca : Realokasi Pupuk Subsidi Tak Merata, Pemkab Bondowoso Janji Evaluasi

“Kita mengharapkan PT. Petrokimia Gresik membantu proses sinkronisasi dengan HIMBARA, PEMKAB dan KEMENTAN dari kebutuhan para petani. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan riil para petani di lapangan. Hal ini sebenarnya bukan tugas PT. Petrokimia, tetapi sebagai BUMN yang memproduksi pupuk, sinkronisasi data dan peta tentu ter-update,” harapnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ketika mekanisme sudah sesuai maka seyogyanya distribusi pupuk tersalurkan dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Alokasi pupuk subsidi oleh pemerintah di tetapkan berdasarkan usulan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang disusun oleh kelompok tani didampingi petugas PPL (penyuluh pertanian lapangan) di lokasi masing-masing.

Sedangkan CPCL adalah petani/kelompok tani yang akan menerima bantuan sarana produksi sesuai dengan luas lahan yang diusahakan dalam kelompok hamparan di lokasi yang telah ditetapkan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Dinas Pertanian Provinsi sesuai pedoman yang ada.

Baca: Wakapolda Jatim: Prokes Jadi Kunci Sukses Pilkada 2020

“Selagi CPCL ada, masuk e-RDKK, harusnya distribusi pupuk itu mestinya bisa lebih fokus,”ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah menegaskan kembali perlunya sinkronisasi diantara kebutuhan para petani ini harus sesuai dengan apa yang disuplai oleh pabrik pupuk.

“Mekanisme ini lah yang harus terus kita cari titik temunya jangan sampai pada saat musim tanam kemudian mereka kekurangan suplai pupuk” imbuhnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menekankan ketahanan pangan di Jawa Timur harus dipastikan aman dan terjaga. Karena selain untuk kebutuhan pangan Jawa Timur sendiri, Gubernur Khofifah sering mengatakan Jatim menjadi penopang logistik bagi 16 provinsi lain di Indonesia Timur.

Baca : Komisi II DPRD Trenggalek Bahas Kinerja Perusahaan ‘Plat Merah’, Cek Kontribusinya

“Karena sekarang PR kita di tengah pandemi Covid-19 ini harus bisa dipastikan bahwa ketahanan pangan itu bisa kita jaga dan kita pastikan aman,” tukasnya.

Kunjungan di Gresik, Gubernur Khofifah secara simbolis melakukan penanaman pohon beringin putih atau pohon dengan nama latin ficus benjamina di halaman PT. Petrokimia Gresik.

Menurut Setiawan Dalimartha seorang dokter yang juga anggota IDI, dalam bukunya Atlas Tumbuhan Obat Jilid 2, Tahun 2000, daun beringin putih ini berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran nafas (bronkhitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak-anak.

Kemudian Gubernur Khofifah bersama rombongan ditemani Dirut PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo melakukan peninjauan ke gudang pupuk di PT Petrokimia Gresik untuk memastikan stok pupuk di Jawa Timur aman dan melihat kondisi pupuk yang siap untuk didistribusikan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca