Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Kini Warga Bisa Berwisata di Dam Singir Blambangan

Kini Warga Bisa Berwisata di Dam Singir Blambangan

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Sebuah bangunan bendung atau Dam Singir Blambangan peninggalan jaman Belanda yang terletak di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi kini bisa menjadi jujugan wisatawan.

Berkat inisiatif pemuda setempat, Dam Singir disulap menjadi tempat wisata asri dan cocok dikunjungi saat liburan. Secara swadaya, mereka menggarap tahap demi tahap guna mempercantik tampilan Dam Singir.

Sebagai salah satu Dam yang dulu sepi tak terawat dan dikenal angker oleh penduduk setempat, sekarang tampil cantik. Penduduk sekitar bahkan masyarakat luar mulai sering mengunjungi bangunan Dam yang diresmikan tahun 1925 itu.

“Dengan potensi yang ada, lantas kami bersama pemuda Mangunrejo secara swadaya membentuk sebuah gerakan yang kita namai “Gerakan Pemuda Minak Jinggo” yang salah satu kegiatannya untuk melestarikan Dam Singir supaya lebih indah kembali,” kata Ketua Gerakan Pemuda Minak Jinggo, Arif Darmawan, Minggu (8/11/2020) lalu.

Salah satu konsep gerakan melestarikan Dam Singir itu yakni, mewujudkan Dam Singir sebagai wisata selfi dan edukasi.

“Edukasi yang kita berikan kepada pengunjung itu salah satunya mengenalkan bangunan Dam Singir sekaligus menyampaikan sejarah dari Dam Singir itu sendiri,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya serta berdasar cerita yang berkembang di masyarakat, kata Arif, Dam Singir dipercayai dibangun sekitar tahun 1890-an namun baru diresmikan di tahun 1925. “Artinya, pembangunan Dam Singir memakan waktu sekitar 30 tahun,” ucapnya.

Nama Dam Singir itu sendiri, rumornya diambil dari nama arsitektur asal Belanda. Setidaknya, masih Arif, ada dua versi soal pemberian nama Dam tersebut. Versi yang pertama diambil dari nama salah satu jendral asal Belanda yakni Jendral Singir. Versi kedua diambil dari titel salah seorang insinyur juga asal Belanda. “Jadi waktu itu penduduk setempat kurang begitu fasih mengucapkan ‘sinyur’, tapi lebih fasih ‘singir’. Dari situlah penduduk setempat terbiasa mengucapkan singir. Sehingga nama itulah yang dipakai warga menamai Dam tersebut, Dam Singir,” kata Arif menceritakan sejarah Dam Singir.

Sementara dalam proses pembangunan bendungan air tersebut Belanda memperkerjakan penduduk setempat secara paksa atau kerja rodi. “Ada cerita kelam saat proses pembangunan Dam tersebut, dimana banyak pekerja yang hilang yang hingga saat ini tidak diketahui penyebabnya. Ada sekitar 100 orang pekerja yang saat itu hilang. Entah itu karena kekejaman Belanda atau lainnya kita tidak pernah mengetahui,” katanya.

Selain itu, Dam Singir ini memiliki cerita unik. Beberapa tahun lalu pernah ada yang meninggal tercebur, karena korbannya sedang mabuk usai pesta miras, juga tempat ini dulu pernah untuk tempat pacaran. Dibalik itu juga ada cerita mistis, banyak penampakan makhluk astral

“Disini juga ada cerita mistis. Dulu hingga sekarang ada beberapa pelaku mistis yang sengaja melakukan ritual dan mengambil air di tempat aliran air dari pertemuan 9 sungai yang terletak di sebelah barat Dam Singir,” ucapnya.

Arif menambahkan, bangunan yang sudah berusia ratusan tahun ini punya banyak nilai sejarahnya yang saat ini Dam Singir Blambangan dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Bangunannya masih berdiri kokoh dan masih beroperasi mengaliri ribuan hektar sawah beberapa kecamatan wilayah Korsda Srono.

“Kedepan, selain kami ingin mempercantik Dam Singir nantinya juga akan dibuka pasar kuliner dan wisata air yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca pandemi Covid-19,” imbuhnya.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca