Kisah Inspiratif Owner Hendicraft ‘Kayu Wangi’ Merubah Hidup Bermanfaat

  • Whatsapp

Agus Sugiyanto
Agus Sugiyanto, Pernah Kerja Serabutan, Kini Cukup Ubah Limbah Kayu Bisa Bernilai Ratusan Ribu. Terpening Manfaat Bagi Sekitar

KABAR RAKYAT – Cikal bakal berdirinya Bengkel Handicraftnya ‘Kayu Wangi’ asal Songgon Banyuwangi Jawa Timur bisa jadi inspirasi positif dan penyemangat hidup, disaat pemerintah upaya pemulihan ekonomi karena pandemi .

Agus Sugiyanto, Owner Bengkel Handicraft ‘Kayu Wangi’ mulai usaha sejak dua tahun lalu. Bahkan sebelum Covid-19 melanda. Meski begitu masa pandemi, dirinya juga terdampak, karena banyak sektor pariwisata ditutup.

Kini, Agus Sugiyono sudah terkenal menjadi pengusaha. Namun cerita bahagia ini bukanlah mudah seperti membalik telapak tangan. Yang pasti, butuh perjuangan, semangat tinggi, dan terus berusaha serta doa.

Berikut Agus sapaan akrabnya menceritakan, pada dua tahun lalu, pria asal Dusun Sroyo Timur RT. 02 RW. 02 Desa Bangunsari, Songgon ini. Berangkat dari kesulitan mencari pekerjaan setelah menikah.

Pernah, untuk menopang ekonomi, hidup bersama istrinya. Agus harus kerja keras serabutan, apa saja yang penting halal. Memutar otak, kerja apa besok agar bisa untuk makan.

Terlintas banyak limbah kayu terbuang dari penggergajian di kampung. Iapun berfikir jauh, ingin menciptakan sesuatu bernilai ekonomi dari bahan kayu itu. “Saya mulai usaha dua tahun lalu. Sejak itu berfikir limbah kayu bagaimana caranya menjadi benda yang bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.

Kebetulan, Agus pemilik Bengkel Handicraftnya ini dari faktor keturunan punya darah seniman, dikenal hobby melukis dan pandai membuat sangkar untuk binatang berkicau miliknya.

Hasrat berkaya tumbuh, Agus mencoba membawa limbah kayu ke penggergajian milik tetangga untuk diproduksi menjadi souvenir sederhana.

“Saya memang hobby dengan seni, mulai melukis dan membuat Kurungan saya pernah bikin. Apalagi banyak limbah kayu dari tempat usaha penggergajian di kampung. Awal produksi saya, membuat souvenir gantungan kunci dengan bahan dan alat seadanya,” tutur Agus.

Gantungan kunci produksi Agus dijual dari teman ke teman dan saudara ke saudara. Hasilnya karya souvenir gantungan kuncinya laku terjual dan direspon positif. Dari sana, banyak masukan dan ide berdatangan. Iapun membuat lebih banyak model souvenir.

“Produksi souvenur gantungan kunci saya pasarkan ke beberapa destinasi wisata di Songgon. Alhmdulillah direspon meski butuh waktu lama. Seorang kerabat mendorong untuk kembangkan usaha dengan melengkapi peralatan untuk produksi,” tambahnya.

Ditanya soal modal, Agus menyampaikan yang terpenting niat dan manfaatkan peluang. “Jika bahan mudah dan murah didapat. Tinggal menguji keuletan dan niat. Setelah produksi souvenir diterima pasar. Baru saya membeli alat, itupun modal pinjam bank lewat program pemerintah KUR (Kredit Usaha Rakyat) anjuran Presiden Jokowi (Presiden Joko Widodo, red). Alhamdulillah, hari ini usaha saya berkembang dan bisa saya rasakan bersama keluarga,” cetus Agus.

Berapa harga jual produk handicraft, agus? Agus menegaskan, harga jualnya kisaran ada yang murah bernilai ribuan saja, dan mahal mencapai ratusan ribu rupiah.

“Dari hasil kerajinan tangan yang di produksi mulai dari gantungan kunci dan lukisan siluet dari kayu. Kita bisa jual senilai Rp. 5.000 sampai Rp. 750.000 perbiji. Selain untuk menopang kebutuhan hidup, kini bisa untuk pemberdayaan warga disini,” pungkasnya.

Untuk memudahkan pelanggannya, Agus sengaja memberi nama usahanya, Bengkel Handicraft ‘Kayu Wangi’ (Kayu Harum, red). Kini usaha Agus Sugiyanto, rutin menerima pesanan dari berbagai kalangan mulai dari Perseorangan, Toko Oleh- Oleh, Lembaga, Kedinasan dan Pejabat dari dalam maupun luar Banyuwangi.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *