Kisah Mbah Muriyeh, Dibalik kemajuan Desa Paling Inovatif se-Kabupaten Sampang

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT– Hidup di garis kemiskinan itulah yang dirasakan Mbah Muriyeh janda tua yang hidup sebatang kara. Ia Tinggal disebuah Rumah yang tak layak dihuni bersama kedua Cucunya  di Dusun Bangsal, Desa Gunung eleh, Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang, Madura.

Selain itu ia harus memenuhi kebutuhan kedua cucunya yang masih duduk di Sekolah Dasar. Dari serutan Bambu yang ia anyam untuk dijadikan sebuah keranjang dan dijualnya, dari situlah ia menghidupi kebutuhan hidupnya. Dirinya mengaku jika hasil dari penjualan Keranjang tersebut tidaklah cukup untuk biaya kehidupannya bersama cucunya.

Bacaan Lainnya

“Terkadang hasil menjual keranjang itu belum tentu satu minggu laku dan lakunyapun tidak seberapa kadang 10 ribu,”katanya (16/3/2021)

Saat ditanya adakah bentuan pemerintah yang diterimanya, Mbah Muriyeh mengaku mendapatkan BPNT, Namun menutut dirinya tidak cukup untuk di makan Satu Bulan. Sehingga terkadang dalam keseharinya hanya mampu mengandalkan bantuan dari tetangga.

“Kalo dikatakan cukup ya gak cukup nak, ya jalanin ini apa adanya, kalo tetangga ada yang ngasih,”ucapnya.

Ia juga mengaku ada rasa takut dengan kondisi Rumahnya yang sebagian terbuat dari bambu dan sudah mengalami lapuk.

“Rasa takut selalu dengan keadaan Raumah saya, tapi ya mau bagaimana lagi mau tidak mau harus ditempati soalnya mau diperbaiki tidak punya uang,” ungkapnya.

Kegigihan mbah Muriyeh dalam menjalankan hidup miskin tidak dirasakan oleh orang lain. Sebab dirinya tetap bekerja keras membuat keranjang agar kebutuhan cucunya tercukupi. 

“Bulan ini ada tanggungan membayar uang sekolah yang cukup besar nominalnya, tapi alhamdulillah saat ini sedang menggarap keranjang senyak enam keranjang untuk dijual agar bisa membayar uang sekolah cucunya,” tuturnya.

Sementara menurut Kepala Desa Ach Muhtadin membenarkan jika mbah Muriyeh mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

Diungkapkannya mbah Muriyeh mbah Muriyeh pernah mendapatkan bantuan bedah dari koramil waktu masih ada suaminya. 

Ach Muhtadin secara publik terang-terangan jika kemajuan Desa Gunung Eleh ibaratkan orang cantik hanya dibagian luarnya saja, sebab masyarakat masih banyak yang mengharapkan bantuan dari pemerintah seperti bantuan bedah rumah. 

“Tapi sayangnya bantuan bedah rumah untuk orang miskin kepada masyarakat tidak pernah dapat,” ungkapnya. 

Walau demikian pihaknya menetapkan mbah Muriyeh sebagai penerima BPNT agar meringankan beban hidupnya. 

“Sengaja tidak ter-cover sebagai penerima BLT DD yang sifatnya hanya sementara sedangkan BPNT bantuan berkelanjutan,” pungkasnya.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *