Kisah Petugas Pengamanan Pemilu di Bondowoso. Dari Dikejar Kobra hingga Harus Masuk Rumah Sakit

208 views
banner 468x60)

Kisah PAM-TPS


KABARRAKYAT.ID – Pemungutan suara Pemilu 2019 memang telah usai, beberapa hari lalu. Namun, di balik pelaksanaan pesta demokrasi itu menyisakan penggalan kisah menegangkan.

Beragam kisah itu dialami polisi bertugas sebagai pengamanan tempat pemungutan suara (PAM TPS). Mulai dikejar ular kobra, tak tidur lebih 48 jam, berjalan berkilo-kilometer ke TPS, hingga harus masuk rumah sakit karena kelelahan.

“Pas saya manggul kotak suara, tiba-tiba ada ular kobra cukup besar melintas. Mungkin karena sama-sama kaget, ular itu lantas mengejar saya. Spontan saya lempar kotak suaranya dan lari,” kenang Bripka Suryadi, saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Selasa (23/4/219).

Setelah ular kobra sepanjang sekitar 3 meter itu berlalu, Suryadi mengambil kembali kotak suara yang tadi sempat dilemparkannya. Beruntung, tak ada kerusakan sama sekali. Dia kemudian melanjutkan perjalanannya mengirim kotak suara ke tiap-tiap TPS.

“Jika dihitung, lebih 48 jam saya gak tidur. Karena sejak kotak suara datang, coblosan, hingga penghitungan, saya keliling terus dari TPS ke TPS,” tutur bintara yang sehari-hari berdinas di Polsub Sektor Taman Krocok ini.

Belum lagi, untuk menuju beberapa TPS, petugas harus melalui jembatan desa sepanjang sekitar 100 meter, berkedalaman 50 meter. Jembatan gantung sempit itu hanya bisa dilewati untuk orang berjalan. Sehingga untuk membawa kotak suara, satu-satunya jalan hanya dengan memanggul.

Polisi berumur 35 tahun ini memang bertugas sebagai PAM TPS di Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso. Desa ini berada di kawasan cukup terpencil berbatasan langsung dengan wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Tugas Suryadi dalam pengamanan TPS memang cukup berat. Karena dia bertanggungjawab meng-cover keamanan di satu desa yang terdapat 13 TPS. Itu pun jarak antar TPS sangat jauh, dan harus ditempuh dengan jalan kaki.

“Setelah pelaksanaan coblosan itu, kondisi fisik langsung drop. Saya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis,” imbuhnya.

Sementara itu, ditemui terpisah Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah, mengaku mengapresiasi anak buahnya yang bertugas di lapangan selama pelaksanaan Pemilu tersebut. Meski, hal itu sudah merupakan tanggungjawab polisi sebagai aparat keamanan.

“Polisi kan memang harus siap ditugaskan di mana saja dan dalam kondisi apapun,” tandas Kapolres.

Reporter : ifa

Editor      : Setiawan

banner 468x60)
Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply