Kisah Pilu Keluarga Difabel, Kini Mendapat Perhatian Dinas Sosial

  • Whatsapp
IMG-20200211-WA0087
Camat Sumberasih dan Tegana memberikan bantuan Sembako

KabarRakyat.ID – Siapa yang tidak merasa iba dan prihatin. Seorang janda menjelang masa tuanya harus sendirian menanggung beban keluarga. Juama (55), warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, harus menghidupi ketiga anaknya yang tuna netra. Kisah pahit Juama yang sendiri nyaris luput dari perhatian pemerintah.

Cerita pilu menghidupi ketiga anaknya yang beranjak dewasa namun mereka tidak beruntung. Selain hidup tidak mampu Juama harus rela ditinggal suaminya puluhan tahun silam. Juama dipaksa sendiri membesarkan Hosnanik, Syukur, Juharia dan Juari anak dari perkawinan dengan Madrai. Yang membuat kita mengelus dada, ketiga anak Juama mengalami difabel sejak lahir.

Read More

” Mungkin karena ketiga anaknya mengalami cacat ia kemudian pergi meninggalkan kami. Terpaksa saya mencari nafkah dan merawat mereka sendirian”, ungkap Juama,Selasa siang (12/2/2020).

Dalam keseharian Juama hidup membanting tulang sendiri.Terkadang ada sedikit belas kasihan orang yang peduli dengan kondisinya. Selama ini bersama ketiga anaknya wanita malang ini tinggal di rumah anak sulungnya. Kebetulan kerja merantau di Kalimatan. Namun, terpetik kabar putrinya akan pulang kampung bersama keluarganya. Otomatis Juama bersama ketiga anaknya harus segera pindah ke tempat asalnya. Ironi, bangunan rumah milik Juama sudah tak layak huni. Kondisinya bocor, sejumlah pintu dan bagian dapur nyaris roboh.

IMG_20200211_212101
Begini kondisi Keluarga Juama bersama ketiga anaknya yang difabel butuh bantuan.

Cerita pilu ini akhirnya terdengar Kepala Dinas Sosial H. Ahmad Arief dan Camat Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Awalnya Camat Sumberasih, Rahmad langsung mendatangi rumah Juama dan melihat dari dekat dan mastikan kondisi sebenarnya.

” Dari Data kami keluarga Juama pernah mendapat program bedah rumah dari Kodim 0820, pada 2008 silam. Termasuk program bantuan ternak kambing maupun sembako tahun 2019. Artinya pemerintah telah hadir untuk membantu.

Persoalan yamg dikeluhkan kondisi rumahnya sudah tidak layak huni. Sebab rumah yang mereka tempati selama 15 tahun milik putrinya yang akan balik kampung”, Kata Camat Sumberasih Rahmad, Selasa (11/2/2020).

Juama mengakui pernah mendapat bantuan kambing. Namun lantaran tidak mampu merawat mencari rumput kambing itu dijual untuk memenuhi kebutuhan harian yang sangat terbatas.

“Kami akan cek ulang atau verifikasi apakah ada data atas nama Juama di program Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Ini penting untuk memastikan program bantuan yang diberikan”, beber Rahmad setelah menemui Juama.

Secara terpisah Kadis Sosial Acmad Arief setelah menerima informasi kondisi keluarga Juama langsung meminta tim Tegana memberiian bantuan sementara berupa paket Sembako.

” Hasil esessment di lapangan yang dilakukan Camat dan petugas Tegana akan menjadi pertimbangan untuk memberikan program sosial. Bisa berupa bantuan perbaikan rumah dan dukungan lain sesuai kebutuhan. Hari ini kami baru menyampaikan dukungan paket sembako. Koordinasi dengan OPD lain akan kami lakukan sesuai kewenangan. Prinsipnya pemerintah hadir untuk membantu warga yang memang sangat membutuhkan bantuan”, kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Acmad Arief.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *